Sigma: Kecurangan Pemilu Kerap Terjadi Saat Rekapitulasi
Rabu, 29 Mei 2013 | 01:21 WIB
Jakarta - Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahudin, mengatakan berdasarkan evaluasi, kecurangan pemilihan umum sering terjadi pada tahap rekapitulasi di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan, Panitia Pemungutan Suara dan Komisi Pemilihan Umum.
"Kecurangan atau manipulasi suara lebih sering terjadi pada tahap rekapitulasi, sedangkan peluang terjadinya kecurangan paling kecil ada ditingkat Tempat Pemungutan Suara," ujar Said Salahudin melalui pesan singkat di Jakarta, Selasa.
Karena, lanjut Said, data perolehan suara yang orisinil memang berasal dari PPS, PPK, KPU Provinsi maupun pusat.
Said mengatakan, berdasarkan evaluasi tersebut, selayaknya KPU melakukan upaya perbaikan agar data hasil perolehan suara di TPS tidak mengalami perubahan dan tetap terjaga validitasnya sampai di tingkat nasional.
"Salah satu upaya yang bisa dilakukan KPU adalah dengan menghimpun langsung data perolehan suara di tiap TPS dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS)," kata Said.
Dengan demikian, Said mengemukakan, selain tetap menggunakan pola penghitungan suara manual seperti yang digunakan selama ini, KPU juga perlu mengambil langkah kreatif dengan memperpendek saluran penerimaan data perolehan suara langsung dari sumbernya.
Said mengatakan, secara teknis, ide tersebut bisa direalisasikan KPU dengan membuat aturan yang mewajibkan KPPS untuk langsung melaporkan hasil penghitungan suara dari tiap TPS kepada KPU pada hari yang sama dengan hari pemungutan suara.
Idealnya, lanjut Said, data yang dikirimkan adalah dokumen gambar berupa pindai (scan), karena lebih sukar diubah. Namun, apabila perangkatnya belum tersedia, data dapat dikirim melalui layanan pesan singkat, seperti metode yang dilakukan lembaga survei saat perhitungan cepat.
"Data yang diterima KPU pusat itu kemudian langsung ditampilkan di situs KPU. Dengan demikian, KPU akan memiliki data perolehan suara murni yang bisa digunakan sebagai data sandingan, apabila terjadi perbedaan penghitungan dalam proses rekapitulasi ditiap jenjang," kata Said.
Menurut Said, manfaat lain dari metode ini adalah publik dapat turut mengawasi & mengetahui lebih cepat hasil Pemilu, apabila bisa diimplementasikan secara efektif.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Skuad Timnas AS pada Piala Dunia 2026 Akan Diumumkan 26 Mei




