Menkominfo: Layanan Broadband Indonesia Timur Segera Meningkat
Rabu, 29 Mei 2013 | 02:09 WIB
Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring mengatakan, ketersediaan layanan broadband di kawasan timur Indonesia segera meningkat saat pembangunan infrastruktur serat optik Maluku Cable System (MCS) rampung pada awal 2015.
Menkominfo Tifatul Sembiring dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Selasa (28/5), mengatakan, pihaknya menyambut sangat positif dan mengapresiasi PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom) yang telah menyatakan kesiapannya menggelar infrastruktur serat optik Maluku Cable System (MCS).
"Infrastruktur kabel laut ini nantinya diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan layanan broadband di Kawasan Timur Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing kawasan yang kaya sumber daya alam tersebut. Untuk kali ini akan dimulai dari pembangunan infrastruktur di kawasan Maluku," katanya.
BUMN itu akan membangun Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS).
SMPCS merupakan kelanjutan dari pembangunan Mega Proyek Palapa Ring dan menjadi salah satu program Telkom dalam mewujudkan Indonesia Digital Network (IDN).
Sebelumnya pada 2011, Telkom berhasil menggelar Mataram Kupang Cable System, yang awal pembangunannya bahkan telah diresmikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 30 November 2009 dari Istana Negara.
Tifatul menambahkan, proyek MCS akan memperluas konektivitas dan meningkatkan kapasitas layanan data di daerah-daerah yang belum dilayani secara memadai, hal ini penting untuk meningkatkan akses broadband untuk semua.
"Pembangunan infrastruktur broadband MCS ini akan meningkatkan konektivitas layanan di Indonesia khususnya kawasan timur sehingga penyebaran informasi kepada masyarakat dapat diperoleh secara merata oleh," kata Tifatul.
Pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut SMPCS mencakup penggelaran Kabel Laut sepanjang 5.444 km dan Kabel Darat sepanjang 655 km.
Secara Network Design, SMPCS terdiri dari 3 jalur utama, yaitu Manado-Ambon, Fakfak-Timika, Manado-Sorong, Biak-Jayapura, dan Ambon-Kendari, serta 13 cabang meliputi Jailolo, Ternate, Labuha, Sorong, Mangole, Sanana, Namlea, Masohi, Banda Neira, Bula, Manokwari, Sarmi, dan Kaimana.
Dengan mengoptimalkan teknologi Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM), SMPCS mampu mendukung jaringan hingga kapasitas bandwidth 32x100 Gigabytes per fiber pair-nya.
Direktur Utama Telkom Arief Yahya mengatakan, untuk pembangunan SMPCS Telkom menggandeng dua perusahaan asing, yakni Alcatel Submarine Network (ASN) dari Perancis dan NEC Corporation dari Jepang.
SMPCS merupakan bagian dari proyek jaringan infrastruktur Indonesia Digital Network (IDN) yang akan menghubungkan seluruh Nusantara mulai dari Banda Aceh hingga Papua.
"IDN merupakan salah satu inisiatif Telkom dalam mendukung program pemerintah Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Melalui IDN, Telkom siap membangun 15 juta homepass dan 1 juta wifi pada tahun 2015 untuk mewujudkan salah satu pilar utama MP3EI yaitu konektivitas," kata Arief.
Diharapkan pembangunan infrastruktur SMPCS akan selesai awal tahun 2015.
Dengan selesainya pembangunan tersebut, maka Telkom telah turut meningkatkan konektivitas dengan menghubungkan seluruh kepulauan di Indonesia dari Sabang sampai Merauke melalui IDN.
Selanjutnya, Telkom akan mendukung hasil pembangunan fiber optic tersebut dengan program-program besar lainnya, diantaranya IndiSchool, IndiPreneur, IndiFinance dan IndiHome agar masyarakat Indonesia semakin memperoleh kemudahan dalam berkomunikasi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Skuad Timnas AS pada Piala Dunia 2026 Akan Diumumkan 26 Mei




