Pengamat: Banyak Daerah Otonomi Baru Alami Kegagalan
Kamis, 13 Juni 2013 | 07:23 WIB
Jakarta - Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Robert Endi Jaweng mengemukakan, jika mengacu ke penilaian Kementerian Keuangan maka dari sisi kapasitas fiskal dan kemampuan ekonomi, Kabupaten Musi Rawas Utara (Murata) seharusnya tidak lulus menjadi daerah otonomi baru (DOB).
Alasannya, dengan skala maksimum kelulusan 100, Kabupaten Murata ini hanya mencapai skor 55 untuk kapasitas fiskal. Sementara dari kemampuan ekonomi hanya mencapai skor 55.
"Kalau kita sepakat bahwa keberhasilan suatu daerah baru nanti sangat tergantung antara lain pada kedua aspek tersebut maka bayang-bayang kegagalan memang sudah kita tahu sejak awal," kata Endi di Jakarta, Rabu (12/6).
Ia menjelaskan banyaknya daerah yang gagal hari ini karena memang bermasalah sejak di pemekaran. Sebagian besar DOB itu sudah gagal sejak dipikirkan atau gagal sejak lahir.
Hal itu karena bangsa ini terlalu memaksakan kehendak dengan motif politik dan rente ekonomi/bisnis. DPR dan pemerintah menutup mata atas tidak cukupnya syarat suatu DOB.
Menurutnya, model kebijakan memaksa diri ala DPR dan pemerintah, sesungguhnya menunjukkan bangsa ini sedang menzalimi daerah, berkonspirasi dengan elite politik lokal, dan elite bisnis untuk merusak daerah, terutama rakyatnya.
"Ibarat pesta pora, pemekaran membuat semua orang bahagia, kecuali rakyat," tegasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




