Perselingkuhan, Fakta Baru di Balik Kasus Perkosaan Wartawati

Rabu, 3 Juli 2013 | 16:36 WIB
BM
B
Penulis: Bayu Marhaenjati | Editor: B1
Ilustrasi
Ilustrasi (Istimewa)

Jakarta - Penyidik menemukan fakta baru terkait kasus dugaan pemerkosaan wartawati televisi berinisial MC. Setelah menjalani pemeriksaan, presenter itu mengaku punya hubungan khusus dengan CK rekan satu kantornya.

Juru Bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto, mengatakan hubungan khusus antara MC dan CK terkuak ketika penyidik melakukan pemeriksaan.

"Dari hasil pemeriksaan, MC dan CK mengaku punya hubungan spesial," ujar Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (3/7).

Dikatakan Rikwanto, pihaknya juga sudah melakukan pemeriksaan atau tes kebohongan menggunakan alat Lie Detector terhadap keduanya.

"Lie detector sudah dilakukan. Hasilnya akan dikonfirmasikan lagi ke korban dan CK. Karena ada beberapa hal yang memang perlu ditanyakan kembali," tambahnya.

Menyoal apakah ada dugaan korban membuat laporan palsu, Rikwanto enggan memastikannya.

"Kami tidak bisa menduga-duga. Belum ada kesimpulan ke arah sana. Masih menunggu proses selanjutnya," tukasnya.

Sementara itu, Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Herry Heryawan, menyampaikan, keduanya mengaku memiliki hubungan saat diperiksa penyidik.

"Saat kami periksa, mereka mengaku telah selingkuh sejak setahun lalu. Awalnya CK dulu yang mengaku, kemudian MC juga mengakui di depan suaminya. Suaminya sampai bilang 'tega lo ya, tega lo ya.' CK ini duda punya anak satu," ungkapnya.

Herry pun mengatakan, ada kejanggalan dalam keterangan yang diberikan wartawati berusia 31 tahun itu. "Keterangan MC tidak benar. Cerita yang diberikan sebelumnya (dalam laporan), ia jalan sendiri di dalam gang lalu diperkosa. Kemudian, ternyata ia diantar temannya CK," bilangnya.

Setelah dilakukan pra-rekonstruksi, kata Herry, MC kembali membuat keterangan yang tidak benar.

"CK menyatakan mengantar MC sampai empat meter sebelum mulut gang. Namun MC bilang, masih di tengah-tengah gang, lalu menunggu CK keluar gang, baru berjalan, dan mengaku diperkosa," paparnya.

Herry mengatakan, kemungkinan terjadi tindakan pemerkosaan di gang itu sangat kecil. Pasalnya, ukuran gang sangat sempit dan waktu peristiwa masih sore, sekitar pukul 18.20.

"Di lokasi tidak pernah terjadi tindakan pemerkosaan. TKP itu tak sampai 1,5 meter lebarnya dan tingginya tak sampai 2,5 meter. Jadi, kalau berteriak akan mengeluarkan gema dan kemungkinan akan didengar orang lain," tandasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon