KPK Belum Dalami Keterlibatan Sareh Wiyono Terkait Kasus Bansos
Jumat, 5 Juli 2013 | 20:21 WIB
Bandung - Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, menyatakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum mendalami keterlibatan Mantan Ketua Pengadilan Tinggi Bandung, Sareh Wiyono, dalam kasus penyuapan Mantan hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Setyabudi Tejocahyono.
"Fokus kami belum ke sana," kata Bambang, di kantor KPK, Jumat (5/7).
Bambang mengatakan KPK sama sekali belum membuka penyelidikan baru terkait dugaan Sareh menerima uang Rp250 juta dari Setyabudi Tejocahyono, Mantan hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung.
Soal rekonstruksi di rumah Sareh tentang penerimaan uang Rp 250 juta, menurut Bambang hal itu didasarkan oleh pengakuan saksi.
Pengusutan keterlibatan pihak penerima suap Bantuan Sosial (bansos) ini kata Bambang membutuhkan waktu dan proses yang panjang. Bambang memberi contoh pada penanganan sejumlah kasus di KPK yang akhirnya bisa menjerat seluruh pihak yang terlibat.
"Contoh kasus pemadam kebakaran ujungnya ke Hari Sabarno (Mantan Menteri Dalam Negeri), cek pelawat akhirnya ke Miranda Goeltom. Kalau Miranda ngomong (soal pemodal suap) kan bisa lagi. Itu ada prosesnya," kata Bambang.
Dalam rekonstruksi kasus ini, penyidik KPK melakukannya di sejumlah lokasi. Salah satunya adalah rumah Sareh. Di rumah dinas Ketua PT Jabar, Jalan Supratman 100 itu dilakukan rekonstruksi berupa pemberian uang Rp 250 juta dari mantan Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Setyabudi Tejocahyono.
Uang tersebut diberikan agar Sareh menguatkan putusan perkara terkait bansos Pemkot Bandung. Sareh diduga konon meminta Rp 1,5 miliar untuk hal tersebut.
Sejak Rabu (3/7), KPK melakukan rekonstruksi kasus suap pengurusan perkara bansos pemkot Bandung. Empat tersangka, yaitu Setyabudi Tejocahyono, Herry Nurhayat, Asep Triana dan Toto Hutagalung dibawa ke Bandung untuk rekonstruksi.
Rekonstruksi digelar di sejumlah tempat, yaitu PN Bandung, rumah Wali Kota Bandung Dada Rosada, rumah Sareh Wiyono, di Hotel Tpas, Money Changer Dollarnesia, tempat karoke Venetian dan Vila di jalan Ujung Berung.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




