MRCCC Siloam Perkenalkan Teknologi PET Scan Pencegahan Dini Alzheimer

Senin, 8 Juli 2013 | 19:29 WIB
FF
B
Penulis: Firman Fernando | Editor: B1
(Ki-Ka): Dr Made Agus, Dr Raul Sibarani, dan Dr Ryan Y, saat presentasi teknolgi PET Scan di MRCCC Siloam
(Ki-Ka): Dr Made Agus, Dr Raul Sibarani, dan Dr Ryan Y, saat presentasi teknolgi PET Scan di MRCCC Siloam (Beritasatu.com/Firman Fernando)

Jakarta - Dunia para lanjut usia (lansia) identik dengan menurunnya kondisi kesehatan, khususnya daya ingat atau memori, baik itu jangka panjang maupun jangka pendek. Beberapa contoh tersebut merupakan gejala Alzheimer yang tergolong ke dalam "demensia" atau dengan kata lain gejala kehilangan memori yang cukup serius untuk mengganggu kehidupan sehari-hari.

Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) Siloam Hospital Semanggi, Jakarta dalam rangka memeringati hari jadi yang ke-2, Senin (8/7), memperkenalkan teknologi baru mereka, yaitu Positron Emmision Tomography (PET) Scan yang mampu mendeteksi dini kinerja otak yang berhubungan dengan daya ingat manusia.

Acara ini pun disambut baik oleh para dokter dan perawat yang hadir dalam acara tersebut sebagai suatu terobosan baru dan diharapkan memiliki kontribusi besar terhadap dunia kesehatan di Indonesia. Alat canggih dengan teknologi terbaru itu, diklaim pihak MRCCC merupakan yang pertama di Indonesia.

Pencitraan molekuler yang diterapkan dalam PET Scan merupakaan alat pencitraan diagnostik yang sangat efektif, aman, dan nyaman untuk para pasien dan membantu dalam memberikan informasi secara spesifik apa yang terjadi di dalam tubuh seorang terutama tingakt sel. PET Scan juga memberikan data dalam bentuk tiga dimensi dengan melihat aktivitas otak sehingga dapat diketahui seberapa parah atau mendeteksi dini gejala Alzheimer dan penyakit Demensia lainnya.

"Rumah sakit yang mapan bukan hanya dari segi pengelolaan saja, para dokter, perawat, dan sumber daya manusianya adalah penentu utama," ungkap pengusaha yang adalah founder MRCC, Dr Mochtar Riady saat membuka acara tersebut.

Dr Mochtar Riady mengatakan bahwa untuk mencapai pelayanan kesehatan yang baik ada tiga hal utama yang harus menjadi perhatian, yaitu rumah sakit sebagai fasilitas kesehatan, lembaga pendidikan yang dalam hal ini adalah pendidikan dokter, dan lembaga penelitian untuk pengembangan ilmu dan pengetahuan di bidang kesehatan. Selain ketiga kunci sukses tersebut, pengusaha yang sekaligus bankir tersebut memiliki harapan yang besar terhadap dunia kesehatan di Indonesia dengan membangun 70 rumah sakit yang akan tersebar di seluruh Indonesia dan sekarang sedang dalam tahap pembangunan.

"Fakta mengenai gejala Alzheimer di dunia hampir 30 persen terjadi pada usia di atas 85 tahun, 20 persen pada usia antara 75 sampai 85 tahun," ujar Dr Made Agus Mahendra Inggas, SpBS ketika mempresentasikan gejala Alzheimer.

Selain Dr Made Agus, Dr Raul Sibarani juga mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada 37 juta lebih penduduk dunia yang mengidap gejala Alzheimer. Di Indonesia, terdata sekitar 606.000 orang penderita pada tahun 2005 dengan proyeksi 1 juta orang pada tahun 2020 akan mendertita gejala ini. Dr Raul juga menyarankan perlunya kegiatan rekreasi dan konsumsi minyak ikan yang berfungsi sangat besar untuk mencegah gejala Alzheimer atau penyakit Demensia lainnya.

Solusi yang saat ini dapat dilakukan untuk mencegah gejala Alzheimer dan penyakit Demensia lainnya adalah hidup sehat, melakukan deteksi dini jika sudah merasakan gejala awal, dan mengonsumsi makanan yang bernutrisi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon