Banjir Wajo, Tujuh Kecamatan Terendam

Rabu, 17 Juli 2013 | 11:02 WIB
MS
FB
Penulis: M Kiblat Said | Editor: FMB
Ilustrasi banjir di pemukiman.
Ilustrasi banjir di pemukiman. (JG Photo/ Fajrin Raharjo)

Wajo, Sulawesi Selatan -  Hujan deras melanda daerah di wilayah Timur Provinsi Sulawesi Selatan, menyebabkan banjir di Kabupaten Wajo, tujuh kecamatan terendam, seorang warga tewas, 146 kepala keluarga (kk) diungsikan, jalan penghubung dan jembatan antarkecamatan dan desa terputus.

Tujuh kecamatan di Wajo terendam yaitu Tempe, Sabbangparu, Pammana, Tanasitolo, Belawa, Penrang, Sajoanging. 4 kecamatan diantaranya mengalami dampak terberat, 7,832 rumah terendam, 2,103 kondisinya sangat rawan, 146 kepala keluarga (kk) telah diungsikan, ini masih data sementara karena genangan air terus naik akibat luapan sungai, demikian Anno Saparno, Humas PMI Sulsel di Wajo menyampaikan kepada SP, Rabu (17/7).

Berdasarkan data dari PMI Sengkang, Kabupaten Wajo, masih terus diguyur hujan kondisi makin parah karena ditambah kiriman banjir dari daerah tetangga Kabupaten Soppeng dan Sidrap, menyebabkan ketinggian air di pemukiman warga mencapai ketinggian hingga tiga meter.

Pemda setempat mengerahkan petugas untuk membantu warga, relawan PMI bersiaga di lokasi, melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), petugas Telkom dan Dinas Sosial, membuat posko penampungan pengungsi di tempat yang aman. Sebagian warga enggan mengungsi, memilih bertahan di rumahnya dengan membuat panggung di dalam rumah untuk menyelamatkan keluarga dan barang-barang.

Sementara itu laporan Pemerintah Daerah (Pemda) Wajo menyebutkan, banjir yang terjadi sejak tiga hari lalu merendam lebih 20 ribu rumah warga di 12 kecamatan, tujuh kecamatan sangat parah dan harus difokuskan penanganannya, seorang warga dikabarkan tewas terseret air, namun identitasnya tak disebutkan.

Kedalaman air terus bertambah, dikhawatirkan akan mengancam keselamatan warga yang rumahnya berada di kawasan Danau Tempe, dua jembatan di Bola dan Sabbangparu rubuh, empat tanggul jebol, tiga di Belawa satu di Sabbangparu, siswa diliburkan sementara karena banyak sekolah tergenang, lebih seratus akses jalan terputus, terutama yang menghubungkan perkampungan warga. Korban banjir sangat membutuhkan air bersih, obat-obatan, makanan instant, apalagi mereka sedang menunaikan ibadah puasa

Pemda Wajo belum dapat menaksir kerugian yang timbul akibat banjir ini, yang pasti akibat banjir dan kiriman air dari beberapa kabupaten mengakibatkan lebih 8 ribu ha (hektare) lahan pertanian terendam dan mengancam kegagalan panen di kantung produksi pangan andalan Sulsel itu.

Banjir serupa juga terjadi di Kabupaten Bone, Sidrap dan Soppeng, daerah-daerah itu berada di wilayah Timur Sulsel dan menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, anomali iklim yang terjadi di wilayah Timur Sulsel itu sebagai dampak dari kemarau basah, intensitas hujan terjadi cukup tinggi di beberapa bagian wilayah dan diperkirakan bulan ini (Juli) akan berakhir.

Ketua PMI Sulsel, Ichsan Yasin Limpo merasa prihatin dengan dampak banjir yang dihadapi warga, apalagi bertepatan dengan ramadhan, pengiriman bantuan sudah dilakukan dan menginstruksikan semua relawan PMI di Wajo dan daerah sekitarnya siaga di lapangan untuk memantau keadaan dan membantu kesulitan yang dihadapi warga.

Kendari Lebih Parah

Sementara itu banjir terparah juga terjadi di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Gubernur H Nur Alam menyatakan, baru kali ini pusat kota provinsi itu mengalami banjir terburuk.

Anomali iklim yang ditandai intensitas hujan tinggi menyebabkan 13 aliran sungai meluap dan menggenangi pemukiman warga di 10 kecamatan, yakni kecamatan Poasia, Kendari, Kendari Barat, Puwatu, Mandonga, Uwauwa, Kadia, Aveli, Kambu dan Baruga.

Sutopo, Kepala BPBD Kendari mengatakan, banjir di Kendari menewaskan Suwanddi (14) warga Kelurahan Kemaraya, Kecamatan Kendari, tertimpa pohon saat hujan deras. Hingga Rabu pagi, air yang menggenangi rumah warga berangsur surut dan aktifitas warga di kota itu masih disibukkan dengan membersihkan sisa-sisa genangan air, lumpur dan sampah.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon