Kekayaan Indonesia Tak Berarti Selama Banyak Penduduk Miskin

Senin, 22 Juli 2013 | 00:15 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Mantan Ketua MPR Amien Rais (tengah).
Mantan Ketua MPR Amien Rais (tengah). (Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao)

Lebak - Ketua MPR RI Periode 1999-2004 Amien Rais mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan alam terbanyak kedua di dunia. Hanya saja, hal tersebut tak berarti lantaran Indonesia masih memiliki banyak penduduk miskin.

"Kekayaan alam Indonesia belum tergali secara maksimal sehingga belum bisa mensejahterakan masyarakatnya," kata Amien Rais saat berbuka puasa bersama masyarakat di Gedung LPMP Rangkasbitung, ibu kota Kabupaten Lebak, Banten, Minggu (21/7).

Ia mengatakan, kekayaan alam yang ada di Tanah Air seperti bahan pertambangan, pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, dan peternakan.

"Kekayaan alam tersebut melimpah dan masuk terbesar kedua di dunia," ujarnya.

Namun, rakyat Indonesia masih banyak yang miskin, karena kekayaan alam tersebut tidak digali secara optimal.

"Bila kekayaan alam itu digali tentu dapat mengatasi kemiskinan," ujar tokoh Muhammadiyah itu.

Ia juga mengatakan, kekayaan alam Indonesia kalah dengan negara Arab Saudi.

Negara Arab Saudi hanya padang pasir, buah kurma ala kadarnya, minyak, dan gas, namun rakyatnya lebih sejahtera.

Bahkan, toko-toko di Arab Saudi lebih lengkap dibandingkan di Australia, Eropa dan Amerika Serikat.

Karena itu, Indonesia bisa menjadi negara sejahtera dan makmur jika rakyatnya sudah beriman kepada Allah Swt.

Saat ini, kata dia, rakyat Indonesia belum mencukupi tingkat keimananya.

"Saya yakin Indonesia bisa menjadi negara terkaya jika rakyatnya beriman kepada Allah Swt," katanya.

Menurut dia, penduduk Indonesia masuk keempat di dunia setelah Republik Rakyat China berjumlah 1,2 miliar, India 1,1 miliar, Amerika Serikat 300 juta dan Indonesia 250 juta.

Namun, Indonesia bisa menjadi negara terbesar ketiga setelah Amerika Serikat dan India.

Ia menambahkan, negara kapitalisme, imprealisme, dan memusuhi umat Muslim maka akan menjadi negara terbelakang dan bangkrut.

"Saya optimistis ke depan Indonesia menjadi terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat bangkrut," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon