Studi: Rata-rata Maskapai Naikan Harga Makanan dalam Pesawat

Selasa, 23 Juli 2013 | 19:05 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Paket minggu pertama Japan Culinary Week 2013 di Sakura Restaurant, Cilandak, Jakarta.
Paket minggu pertama Japan Culinary Week 2013 di Sakura Restaurant, Cilandak, Jakarta. (Kharina Triananda/Beritasatu.com)

Mulai sekarang, Anda mungkin harus menuju supermarket untuk membeli persediaan makanan sebelum mengikuti penerbangan berikutnya.

Hal tersebut dikarenakan, menurut sebuah studi terbaru yang dilakukan situs perbandingan wisata, Travelsupermarket, kebanyakan penumpang harus membayar harga yang lebih mahal saat membeli makanan dalam penerbangan.

Studi tersebut juga menyatakan, pihak maskapai mendapat penghasilan yang cukup besar dari hasil penjualan makanan yang dilakukan para awak kabin.

Menurut pihak Travelsupermarket, rata-rata kenaikan harga makanan dalam pesawat berkisar diangka 241 persen untuk makanan yang dipanggang serta 2,601 persen untuk minuman panas.

"Maskapai menyadari bahwa mereka memiliki pasar captive dari kalangan penumpang yang memerlukan makanan setelah pintu pesawat di tutup," kata Bob Atkinson, pakar perjalanan Travelsupermarket yang melakukan penelitian ini.

Intinya, kata Atkinson, membeli makanan di toko atau supermarket merupakan salah satu pilihan yang bisa dilakukan oleh penumpang sebelum mengikuti penerbangan.

"Meski begitu, jika penumpang merasa nyaman dengan kondisi keuangannya, tak ada salahnya jika membeli makanan dalam pesawat dan menikmatinya selama perjalanan," tambah Atkinson.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon