Meski Periksa Tujuh Saksi, Identitas Penembak Rumah Polisi Belum Ditemukan
Kamis, 15 Agustus 2013 | 16:42 WIB
Jakarta - Penyidik telah memeriksa tujuh orang saksi, terkait kasus penembakan rumah Anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, AKP Andreas Tulam, di Perumahan Banjar Wijaya Blok B49 No.6 RT02 RW07, Cluster Yunani, Cipete Pinang, Kota Tangerang.
Polisi belum mengetaui ciri-ciri atau identitas pelaku penembakan.
Juru Bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar (Pol) Polisi Rikwanto, menyampaikan penyidik telah memeriksa tujuh orang saksi diantaranya, keluarga korban, tetangga dan pihak keamanan sekitar lokasi kejadian.
"Mereka adalah anak, istri, tetangga, dan pihak keamanan setempat. Kebanyakan dari pihak keamanan di sekitar rumah," ujar Rikwanto, Kamis (15/8).
Dikatakan Rikwanto, penyidik hari ini juga masih memeriksa tiga saksi dari sekuriti lingkungan setempat atas nama Wandi, Mahmud dan Mursalim. Namun, belum ada saksi yang mengetahui atau melihat siapa yang melakukan penembakan. "Kami masih mencari saksi lagi yang mungkin mengetahui," ungkapnya.
Sementara itu, kata Rikwanto, penyidik tengah menelusuri apakah ada hubungan kasus penembakan rumah tersebut dengan gembong atau pelaku kejahatan narkoba. Selain itu, apakah ada permasalahan saat korban menjalankan tugasnya memberantas peredaran narkoba.
"Kami mau mencari tahu apakah ada permasalahan saat dia (Andreas Tulam) menangani kasus, termasuk siapa dan kasus apa yang pernah ditanganinya," bilangnya.
Menyoal jenis senjata, Rikwanto mengatakan, penyidik belum mengetahui secara pasti jenis senjata air soft guns yang digunakan pelaku apakah laras panjang atau pendek. "Belum bisa ditentukan itu laras panjang atau pendek," tandasnya.
Sebelumnya diketahui, pelaku misterius menembak kaca rumah anggota Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKP Andreas Tulam, di Perumahan Banjar Wijaya Blok B49 No.6 RT02 RW07, Cluster Yunani, Cipete Pinang, Kota Tangerang, Selasa (13/8) pagi.
Penembakan itu terjadi tak berselang lama, ketika korban berangkat dinas sekitar pukul 06.00. Suara tembakan terdengar sekitar 15 menit setelah istrinya menutup pagar depan.
Saat diperiksa, kaca pintu rumah korban setebal 2 milimeter pecah pada lapisan pertamanya. Sedangkan, lapisan keduanya tidak pecah.
Diduga pelaku melepaskan tembakan dari pinggir jalan menggunakan senjata air soft guns. Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara, tidak ditemukan proyektil di lokasi kejadian.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




