Antisipasi Demo Buruh, Ratusan Polisi Disiagakan di Balai Kota

Selasa, 3 September 2013 | 10:53 WIB
HS
B
Penulis: Hotman Siregar | Editor: B1
Ratusan Ribu pekerja, melakukan unjuk rasa dan aksi jalan kaki di M. H. Thamrin, Jakarta, Rabu (1/5).
Ratusan Ribu pekerja, melakukan unjuk rasa dan aksi jalan kaki di M. H. Thamrin, Jakarta, Rabu (1/5). (Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Ratusan aparat kepolisian disiagakan di Balai Kota, DKI Jakarta, Selasa (3/9) pagi. Mereka ditugaskan untuk mengamankan demo ribuan buruh yang menuntut kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) dari Rp 2,2 juta menjadi Rp 3,7 juta per bulan.

Pantauan Beritasatu di Balaikota DKI, Selasa pagi, polisi sudah melakukan buka-tutup gerbang masuk Balai Kota. Namun, lalu lintas di Jl Medan Merdeka Selatan masih terlihat lancar. Hingga Pukul 09.45 WIB, para demonstran belum tiba di Balai Kota.

Ketua Presidium Buruh DKI Jakarta Winarso mengatakan, para buruh menuntut kenaikan UMP tahun 2014. Winarso menegaskan, pihaknya akan berusaha bertemu langsung Gubernur DKI Jokowi hari ini.

"Pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama pada 2012 menyebutkan upah buruh ideal di Ibukota Rp 4 juta. Pernyataan Basuki itu cukup beralasan diterapkan di Ibukota," katanya.

Sehingga, sambung dia, para buruh menuntut Basuki merealisasikan janjinya. Para buruh juga menolak secara tegas Inpres yang dikeluarkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tentang upah minimum.

"Yang menentukan upah minimum itu bukan Presiden. Kepala Daerah lah yang berhak menentukan upah minimum," katanya.

Demonstrasi di depan Kantor Gubernur DKI Jokowi dimulai Selasa Pukul 10.00 WIB. Sebelum ke Balaikota DKI, para buruh berkumpul di Cakung dan Pulogadung, Jakarta Timur.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon