Penjahat Kasus Curas dan Curanmor Tewas Ditembak Polisi

Selasa, 3 September 2013 | 17:40 WIB
BM
B
Penulis: Bayu Marhaenjati | Editor: B1
Ilustrasi garis polisi.
Ilustrasi garis polisi. (Istimewa)

Jakarta - Rekam jejak penjahat kambuhan spesialis kasus Pencurian dengan Kekerasan (Curas) dan Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor), Ariyanto alias Batak, berakhir sudah. Ia ambruk setelah timah panas petugas menghujam kaki dan punggungnya, saat berusaha melarikan diri pada saat pengembangan kelompoknya.

Juru Bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto, mengatakan Ariyanto merupakan DPO dan seorang residivis kasus Curas dan Curanmor di sejumlah tempat di Tangerang dan Serang, Banten.

Berdasarkan catatan laporan yang diterima kepolisian, Ariyanto bersama komplotannya pernah melakukan tindak kejahatan Curas di Jalan Raya Tigaraksa, Munjul, Solear, Tangerang, 14 Maret tahun 2011, kemudian Curas di Jalan Adiyasa, Malangnengah, Cikuya, Cisoka, Tangerang, 6 April 2011 dan Curanmor, di Perumahan Adiyasa, Tangerang, 6 Oktober 2012.

Dikatakan Rikwanto, setelah buron cukup lama, anggota Buser Polsek Cisoka, akhirnya berhasil menangkap Ariyanto, di tempat hiburan, di daerah Solear, Tangerang, Sabtu (31/8) kemarin.

"Kemudian, anggota melakukan pengembangan dan berhasil menangkap tersangka Samin, berikut menyita satu barang bukti sepeda motor Yamaha RX King tanpa plat nomor, Minggu (1/9) kemarin," ujar Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (3/9).

Tak berhenti, anggota kembali mengajak Ariyanto untuk menunjukan kawanannya yang masih buron. Kali ini sasarannya adalah tersangka berinisial I, di Kampung Sumur Hejo, Pamarayan, Serang, Banten.

"Ketika sampai di TKP, tersangka diturunkan dari mobil untuk menunjuk temannya berinisial I. Setelah diperiksa, ternyata I tak ada di rumah. Lalu, tersangka dikembalikan ke dalam mobil," tambahnya.

Menurut Rikwanto, saat akan dinaikan ke dalam mobil, tiba-tiba tersangka mengamuk hingga borgol terputus dan melakukan perlawanan. Bahkan, salah satu pengemudi atas nama Herdi mengalami luka di tangan sebelah kiri karena berusaha menahannya.

Melihat Ariyanto kabur, jelas Rikwanto, anggota langsung memberikan tembakan peringatan. Tapi tembakan itu tak diindahkannya. Selanjutnya, tembakan diarahkan mengenai kaki sebelah kanan, namun tak juga menghentikan usaha tersangka untuk melarikan diri. Ia tetap berusaha berlari.

"Akhirnya ia ditembak kena punggung sebelah kanan dan ambruk. Dalam perjalan ke RS Polri, tersangka meninggal dunia," tegasnya.

Rikwanto menyampaikan, tersangka penah ditangkap terkait kasus Curas dan kasus Curanmor pada tahun 2009 lalu.

"Saat ini, anggota masih melakukan pengembangan untuk menangkap teman tersangka berinisial I dan U," tandasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon