Waduk Ria Rio

Perbaikan Rusunawa Pinus Elok Diragukan Rampung Sebulan

Kamis, 5 September 2013 | 14:03 WIB
FS
B
Penulis: Fana F Suparman | Editor: B1
Alat berat digunakan untuk meratakan tanah di bantaran Waduk Ria Rio, Pulo Mas, Jakarta.
Alat berat digunakan untuk meratakan tanah di bantaran Waduk Ria Rio, Pulo Mas, Jakarta. (Antara/M Agung Rajasa)

Jakarta - Perbaikan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Pinus Elok Cluster A, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, yang dipersiapkan untuk warga relokasi Waduk Ria Rio diragukan akan rampung dalam sebulan sesuai targetkan Pemprov DKI. Hal itu lantaran perbaikan rusunawa terkesan berjalan lambat.

Seperti yang terpantau pada Rabu (4/9) siang. Instalasi air bersih dan hydrant pemadam belum terlihat dilakukan di blok A4, A5, dan A6. Beberapa orang selaku pekerja terlihat tengah bersantai. Sejumlah peralatan kerja tampak di sisi para pekerja yang berjumlah lima orang itu.

Yoga (37), mandor dari instalasi air bersih dan hydran pemadam, mengaku kesulitan mencapai waktu yang ditargetkan. Dengan pekerja sebanyak empat orang, Yoga mengaku masih merasa kekurangan. Padahal, masih ada pekerjaan instalasi air bersih dan hydrant di tiga blok atau 300 unit.

"Kalau jumlah pekerja hanya empat orang bisa selesai dua bulan, kecuali kalau ditambah menjadi 10, bisa selesai dalam waktu satu bulan," katanya.

Yoga mengatakan, sebagian barang yang dibutuhkan untuk mengerjakan instalasi air bersih sudah tersedia. Namun, pihaknya belum dapat bekerja, karena masih menunggu beberapa barang lainnya seperti water meter, kran air, pompa untuk menyedot air ke water toren, yang hingga kini belum juga datang.

"Sedangkan untuk sistem pemadam kebakaran, pompanya, selang, dan hydrant juga belum datang. Jadi kami mau kerja apa, katanya besok baru akan datang," kata Yoga saat ditemui di rusun tersebut, Rabu (4/9) siang.

Proses pengerjaan akan memakan waktu kembali, karena setelah memasang water meter dan pompa, pihaknya harus memeriksa kembali satu persatu.

"Seandainya di pipa instalasi itu ada yang mampet maka harus dibongkar, hal yang seperti itu yang susah diprediksi dan memakan waktu pengerjaan," katanya.

Salah seorang pekerja instalasi listrik yang enggan disebutkan namanya mengaku masih menunggu ketersediaan barang. Seperti miniatur circuit breaker (MCB) atau alat pengaman arus listrik. Saat ini di rusun tersebut, baru terpasang MCB model lama dengan ukuran empat amphere. Sementara yang dibutuhkan MCB berukuran 10 amphere.

"Kami masing nunggu ketersediaan MCB, barangnya belum ada. Alatnya mungkin besok baru ada," katanya.

Penanggung Jawab Lokasi (Penjalok) Wilayah III Jakarta Timur, Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI (DPGP), Hendriansyah mengaku pesimis dapat memenuhi target setelah melihat di lapangan. Dikatakan, pihaknya masih merasa kekurangan jumlah pekerja.

"Untuk Mechanical Electrical untuk satu bangunan saja dikerjakan dengan lima sampai 10 orang bisa tiga minggu. Sementara kami kejar tiga building. Personel harus banyak, terutama pada instalasi air, setelah air terpasang harus cek pipa kembali apakah ada kebocoran atau tidak. Kami cek setiap unit, airnya ngalir atau tidak," jelasnya.

Untuk itu, pihaknya pun akan menambah jumlah tenaga kerja. Dan untuk mengejar waktu satu bulan, harus dikerjakan dalam waktu 24 jam.

"Karena itu, kami telah membantu dalam segi penerangan, agar proses pengerjaan bisa dilakukan dalam waktu 24 jam," katanya.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Kasie Sarana dan Prasarana Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) Wilayah III Jakarta Timur, Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI (DPGP), Deddy Irawan, masih optimis proses pengerjaan perbaikan rusun tersebut akan selesai dalam waktu satu bulan.

"Kami baru bisa mengerjakan proyek tersebut karena kontraknya baru dilaksanakan pada akhir bulan Agustus kemarin," kata Deddy saat dihubungi Rabu (4/9).

Dikatakan, dari tiga blok dengan 300 unit yang harus dikerjakan, sudah dua lantai dikerjakan dengan jumlah total pekerja sebanyak 12 orang.

"Kami akan lihat satu minggu ini, jika memang proses pengerjaan speednya masih kurang, kami akan menambah pekerja," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon