PKS Tunggu Langkah SBY
Sabtu, 15 Oktober 2011 | 17:07 WIB
"Tawaran yang ada belum secara langsung kami dengar," Luthfi
Partai Keadilan Sejahtera masih menunggu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk lebih mengintensifkan komunikasi dan memperjelas keinginannya terkait pembancuhan (reshuffle) kabinet.
Menurut Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, seluruh pimpinan wilayah telah menyampaikan berbagai opsi terkait rencana pembancuhan kabinet itu.
"Ini belum ada reshuffle. Jadi baru bisa dibuka (opsi-opsi itu) setelah ada langkah yang diambil presiden. Mungkin saja presiden masih menganggap reshuffle tak jadi, bisa saja reshuffle di sektor tertentu. Kita tak tahu apa yang akan dihasilkan," kata Luthfi di Jakarta.
Dia melanjutkan bahwa seluruh gagasan yang dihasilkan di rapat pimpinan nasional PKS akan dibawa ke Majelis Syuro partai. Keputusan akhir akan diambil sidang majelis itu.
"Jadi apapun keputusan Majelis Syuro, termasuk implikasinya, kami siap menghadapi. Bisa saja tetap berkoalisi. Apapun yang terjadi pasti kami siap menghadapi," tegas Luthfi.
Bagi PKS, lanjutnya, adanya permintaan presiden agar mereka menarik satu dari empat perwakilan yng duduk sebagai menteri di kabinet masih bersifat isu semata.
Luthfi menyatakan bahwa belum ada komunikasi langsung pimpinan koalisi dan partai koalisi hingga saat ini.
"Tawaran yang ada belum secara langsung kami dengar," ujar dia.
Ketika ditanya kapan Majelis Syuro akan bertemu membicarakan sikap akhir partainya terkait pembancuhan kabinet, Luthfi menjelaskan sidang majelis itu biasanya dilaksanakan di akhir November atau akhir Desember.
"Tapi bisa dipercepat atau diperlambat sesuai kondisi nasional," pungkas dia.
Partai Keadilan Sejahtera masih menunggu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk lebih mengintensifkan komunikasi dan memperjelas keinginannya terkait pembancuhan (reshuffle) kabinet.
Menurut Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, seluruh pimpinan wilayah telah menyampaikan berbagai opsi terkait rencana pembancuhan kabinet itu.
"Ini belum ada reshuffle. Jadi baru bisa dibuka (opsi-opsi itu) setelah ada langkah yang diambil presiden. Mungkin saja presiden masih menganggap reshuffle tak jadi, bisa saja reshuffle di sektor tertentu. Kita tak tahu apa yang akan dihasilkan," kata Luthfi di Jakarta.
Dia melanjutkan bahwa seluruh gagasan yang dihasilkan di rapat pimpinan nasional PKS akan dibawa ke Majelis Syuro partai. Keputusan akhir akan diambil sidang majelis itu.
"Jadi apapun keputusan Majelis Syuro, termasuk implikasinya, kami siap menghadapi. Bisa saja tetap berkoalisi. Apapun yang terjadi pasti kami siap menghadapi," tegas Luthfi.
Bagi PKS, lanjutnya, adanya permintaan presiden agar mereka menarik satu dari empat perwakilan yng duduk sebagai menteri di kabinet masih bersifat isu semata.
Luthfi menyatakan bahwa belum ada komunikasi langsung pimpinan koalisi dan partai koalisi hingga saat ini.
"Tawaran yang ada belum secara langsung kami dengar," ujar dia.
Ketika ditanya kapan Majelis Syuro akan bertemu membicarakan sikap akhir partainya terkait pembancuhan kabinet, Luthfi menjelaskan sidang majelis itu biasanya dilaksanakan di akhir November atau akhir Desember.
"Tapi bisa dipercepat atau diperlambat sesuai kondisi nasional," pungkas dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




