Bengkulu Segera Bangun SPAM Berkapasitas 2.000 Liter per Detik

Rabu, 11 September 2013 | 13:43 WIB
U
B
Penulis: Usmin | Editor: B1
Ilustrasi sistem pengolahan air minum.
Ilustrasi sistem pengolahan air minum. (Antarafoto)

Bengkulu - Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bengkulu telah memprogramkan membangun sistem pengolahan air minum (SPAM) dengan kapasitas produksi sebesar 2.000 liter per detik pada tahun 2014 mendatang, guna mengatasi kebutuhanan air bersih di tiga kabupaten dan kota di daerah ini.

Ketua Bappeda Provinsi Bengkulu, Edi Waluyo, kepada media ini di Bengkulu, Rabu (11/9), mengatakan bahwa sumber air baku SPAM tersebut berasal dari limpasan PLTA Musi di Kabupaten Kepahiang, dengan kapasitas 15.000 liter per detik. Namun menurutnya, air limpasan tersebut yang akan dimanfaatkan untuk kebutuhan air bersih hanya sebesar 2.000 liter per detik.

Dikatakan Edi, air yang diproduksi dari SPAM ini akan disalurkan ke tiga kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu, yakni Kabapaten Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu, serta Kabupaten Seluma. Pasalnya, kebutuhan air bersih masyarakat di tiga kabupaten dan kota ini sampai sekarang belum dapat diatasi oleh PDAM masing-masing. Hal itu terjadi karena kapasitas produksi air bersih PDAM setempat masih terbatas.

Akibatnya kurangnya kapasitas produksi air bersih PDAM setempat itu, permintaan air bersih dari masyarakat belum dapat dilayani dengan baik. Hal ini menyebabkan jumlah warga Bengkulu yang mendapat pelayanan air bersih masih di bawah rata-rata nasional, yakni sebesar 27 persen.

"Atas pertimbangan inilah, kita membangun SPAM dengan memanfaatkan limpasan air PLTA Musi di Kabupaten Kepahiang. Untuk membangun SPAM ini dibutuhkan dana sekitar Rp100 miliar," ujar Edi.

Untuk merealisasikan rencana itu, DPU Provinsi Bengkulu, menurut Edi pula, telah membuat perencanaan (FS/DED) desain kontruksi bangunan SPAM tersebut. Dana pembuatan desain sendiri berasal dari APBD 2013 Provinsi Bengkulu, sedangkan pembangunan konstruksi SPAM direncanakan dimulai pada tahun anggaran 2014.

Sementara itu, Kepala DPU Provinsi Bengkulu, Azwar Boerhan mengatakan, pembangunan SPAM di Kepahiang akan dilaksanakan secara bertahap selama tiga tahun sampai 2015, dengan total kebutuhan dana sekitar Rp100 miliar. Untuk tahap pertama pada tahun 2014, akan dialokasikan dana sebesar Rp25 miliar, yang akan digunakan untuk pembangunan konstruksi bangunan SPAM. Sedangkan sisa kebutuhan dana, akan dianggarkan pada 2015.

Azwar mengatakan, jika SPAM sudah berproduksi, maka masyarakat Bengkulu yang dapat menikmati pelayanan air bersih akan mencapai 45 persen, atau di atas rata-rata nasional yang baru mencapai 35 persen. Soalnya, produksi fasilitas SPAM ini dapat melayani pelanggan air bersih di tiga kabupaten dan kota yang mencapai 25.000 sambungan rumah (SR).

Bahkan masyarakat yang tinggal di dataran tinggi di tiga kabupaten dan kota tersebut, pun dapat menikmati air bersih, karena kapasitas produksi yang dihasilkannya mencapai 2.000 liter per detik. Dengan demikian, jika musim kemarau, masyarakat di tiga daerah itu tidak lagi akan kesulitan air bersih, seperti yang terjadi selama ini.

Sementara untuk mengelolanya, Pemprov Bengkulu dikatakan akan membuat perusahaan khusus guna menjual air bersih yang diproduksi SPAM tersebut. "Jadi, air yang diproduksi SPAM Kepahiang, nanti akan dikelola oleh perusahan tersendiri, di luar PDAM setempat," ujar Azwar pula.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon