Presiden: Kegiatan "Sail" Sebagai Kebangkitan Negeri di Era Pasifik

Sabtu, 14 September 2013 | 09:59 WIB
RW
B
Penulis: Robertus Wardi | Editor: B1
Ilustrasi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Ilustrasi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Istimewa)

Labuan Bajo - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengemukakan kegiatan "pelayaran" (Sail) sebagai bagian dari tonggak-tonggak sejarah kebangkitan negeri di era Pasifik. Melalui kegiatan "sail", bangsa ini ingin menunjukkan pada dunia, negeri Indonesia tidak hanya kaya akan sumber daya kelautan, tetapi juga kaya akan destinasi pariwisata yang sangat memesona.

"Tahun ini, kita selenggarakan Sail Komodo di rangkaian kepulauan FLOBAMORATA (Flores, Sumba, Timor, Alor, dan Lembata). Di dalamnya terdapat Taman Nasional Komodo (TNK) kebanggaan kita. Acara-acara seperti ini, Sail Bunaken, Sail Banda, Sail Wakatobi, Sail Morotai, dan Sail Komodo, semuanya merupakan bagian dari tonggak-tonggak sejarah kebangkitan negeri kita di era Pasifik. Melalui kegiatan seperti ini, kita tunjukkan pada dunia bahwa negeri kita tidak hanya kaya akan sumber daya kelautan, tetapi juga kaya akan destinasi pariwisata yang sangat memesona," kata Presiden pada hari puncak perayan Sail Komodo di Labuan Bajo, kabupaten Manggarai Barat, Sabtu (14/9).

Hadir mendampingi SBY, ibu negara Ani Yudhoyono, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, Menteri Kehutanan Zulkufli Hasan, Menteri Kelautan Syarif Cicip S dan Sekretaris Kabinet Dipo Alam. Ikut pula putra kedua SBY, yang juga Sekjen Partai Demokrat Edy Baskoro atau yang biasa dipanggil Ibas.

Selain itu, tampak pula mantan Wakil Presiden yang juga Ketua Pembina Yayasan Komodo Yusuf Kalla, ketua Yayasan New Seven Wonder Bernard Weber, Gubenur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya dan Bupati Manggarai Barat Agustinus Dula.

Presiden menjelaskan kegiatan sail telah dilaksanakan berturut-turut selama empat tahun terakhir. Sejak tahun 2009, telah digelar Sail Bunaken di Manado, kemudian Sail Banda di Ambon, Sail Wakatobi-Belitong di Wakatobi dan Belitong, dan tahun lalu Sail Morotai di Morotai.

Menurutnya, Sail Komodo adalah momentum yang tepat untuk mempromosikan kekayaan dan keragaman bahari kepulauan Nusantara kepada masyarakat dunia. Secara khusus, Sail Komodo merupakan sarana untuk lebih peduli dalam melestarikan Komodo, fauna tertua yang masih hidup lestari hingga saat ini.

"Melalui momentum Sail Komodo 2013, kita ingin menjadikan Provinsi NTT sebagai pintu gerbang selatan pembangunan negeri kita, sekaligus destinasi utama pariwisata dunia. Banyaknya kapal-kapal niaga dan pariwisata yang singgah di Kawasan TNK serta pulau-pulau lain yang tersebar di Kawasan Nusa Tenggara Timur, Tengah, dan Barat, akan makin menggairahkan pariwisata di kawasan ini. Saya berharap, dalam waktu yang tidak terlalu lama, Kawasan Nasional Komodo serta pulau-pulau lain di sekitarnya akan menjadi ikon baru pariwisata dunia di kawasan tengah Indonesia," ujarnya.

Dia menegaskan Pulau Komodo yang menjadi satu-satunya habitat utama Komodo di dunia, telah ditetapkan oleh United Nations Educational Scientific and Cultural Organi-zation (UNESCO)sebagai warisan alam dunia pada tanggal 19 Desember 1991. Pulau Komodo juga menjadi the New 7 Wonders of Nature yang ditetapkan oleh New 7 Wonder Foundation tahun 2012 dan telah dikukuhkan menjadi seven wonder di Pulau Komodo, Jumat (13/9).

"Sebagai warisan alam dunia, kita wajib memelihara, melestarikan, dan mengembangkan Pulau Komodo ini. Melalui Sail Komodo 2013 ini, kita dapat terus memperkenalkan dan mengembangkan potensi pariwisata di NTT kepada dunia internasional. Panorama alamnya yang indah, budayanya yang eksotis, serta keberadaan komodo seba-gai satu-satunya binatang purba yang tersisa di dunia, merupakan daya tarik yang besar bagi wisata-wan dunia," tuturnya.

Dia berharap, Sail Komodo 2013 dapat menjadi model percepatan pembangunan daerah kepulauan dan daerah terpencil di tanah air. Menurutnya, ada banyak kegiatan pembangunan yang telah dilakaukan dengan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga selama Sail Komodo. Kerjasama itu antara lain telah mewujudkan pembangunan Bandara Komodo dan Dermaga Pulau Komodo, yang merupakan pintu gerbang dan akses utama bagi pengembangan objek wisata Pulau Komodo dan juga objek wisata lainnya di wilayah ini.

"Provinsi NTT dalam MP3EI kita jadikan pula sebagai bagian dari Koridor Ekonomi Bali-Nusa Tenggara. Tema pembangunan untuk koridor ini adalah "Pintu Gerbang Pariwisata dan Pendukung Pangan Nasi-onal". Dengan tema itu, sejak tahun 2011 hingga tahun 2025 mendatang, kita akan terus meningkat-kan dan memperluas pembangunan simpul-simpul ekonomi peternakan, perikanan, dan pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat," tutur Presiden.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon