SMR Selesai Bangun Mid Tower Senilai Rp 350 M

Rabu, 18 September 2013 | 19:06 WIB
IM
FB
Penulis: Imam Muzakir | Editor: FMB
Ilustrasi pembangunan proyek properti.
Ilustrasi pembangunan proyek properti. (Istimewa/Istimewa)

Jakarta - Pengembang properti PT Sumber Mesin Raya (SMR) hari ini menuntaskan proyek gedung perkantoran pertama Mid Tower, di kawasan pusat bisnis TB Simatupang, senilai Rp350 miliar dengan melakukan topping off (penutupan atap).

Komisaris PT Sumber Mesin Raya, Darta Chandra mengatakan, gedung perkantoran Mid Tower setinggi 28 lantai tersebut merupakan bagian dari pengembangan The Manhattan Square di atas lahan seluas 3 hektar.

"Mid Tower ini memang proyek perkantoran peratamanya di kawasan TB Simatupang Jakarta. Kita harapkan ke depan juga kita akan bangun unit perkantoran berikutnya," kata Chandra, usai acara topping off, di TB Simatupang, Jakarta, Rabu (19/9).

Menurut Chandra, Mid Tower ini nanti memiliki 40.000 meter persegi dan hanya 50% atau 20.000 meter persegi yang dijual dan 50% (20.000 meter persegi) lainnya akan disewakan. Harganya sendiri saat ini sudah mencapai Rp23 juta permeter persegi dan untuk sewa sendiri harganya Rp200 ribu meter persegi.

Sampai saat ini, Mid Tower ini sudah 70% terjual dan ditargetkan pada akhir tahun ini sudah terjual 100%. Sedangkan untuk yang disewakan semuanya sudah 100% terkontrak. "Pembeli rata-rata dari kawasan sekitar Simatupang, ada yang berpindah dan ada juga perusahaan ekpansi, awal tahun depan sudah ada perusahaan yang buka nantinya," kata dia.

Ia juga mengakui bahwa, semenjak diluncurkan pada awal tahun 2012 kemarin ada peningkatan harga yang cukup tajam diatas 15% dimana pada awal soft launching Mid Tower ini harganya Rp17 juta/meter persegi dan saat ini sudah mencapai Rp23 juta.

"Kenaikkannya memang diatas 15%, karena memang kebutuhan atau demand juga terus mengalami peningkatan," ujarnya.

Setelah Mid Tower ini, beroperasi perusahannya akan melanjutkan untuk tower kedua dan seterusnya. Saat ini perusahaannya masih sedang melakukan evaluasi soal investasi dan juga merampungkan proses perijinan, termasuk juga untuk hotel sendiri. "Masih dalam proses, kita harapkan dalam waktu dekat sudah beras dan bisa dikerjakan," ujarnya.

Perkantoran ini dipasarkan secara hibrid, sewa, dan jual. Saat ini, harga sewanya sudah menyentuh angka Rp 200.000 per meter persegi di luar biaya servis senilai Rp 45 ribu per meter persegi. Sementara harga jual sekitar Rp 23 juta per meter persegi. Padahal sejak diperkenalkan perdana pada Januari 2012 lalu, harganya masih berada pada kisaran Rp 17 juta per meter persegi.

Lebih jauh Chandra mengatakan, kelebihan dari The Manhattan Square ini, karena memang infrastrukturnya cukup bagus karena langsung berhadapn dengan tol Jakarta outer Ring Road (JORR) Tb Simatupang dimana tol ini sebentar lagi langsung akses ke Bandara internasional Soekarno-Hatta dan juga bebas 3 in 1 dan dikelilingi berbagai area pemukiman menjadi daya tarik bagi mereka yang ingin berkantor di luar area CBD, namun tetap mendapatkan berbagai fasilitas yang sama dengan gedung perkantoran di CBD.

Floor plate dari Mid Tower sendiri didesain dengan building efficiency ratio yang tinggi serta sistem double glazed window yang mengoptimalkan proses kedap suara serta menahan panas udara luar sehingga mengurangi konsumsi energi. 1,8 Hektar dari keseluruhan area gedung juga akan didedikasikan sebagai area hijau. Berbagai hal tersebut menjadikan The Manhattan Square sebagai salah satu gedung perkantoran yang akan mendapatkan sertifikasi dari Green Building Council of Indonesia (GBCI).

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon