Menko Kesra Bantah Laporan Bohong Soal "Sail Komodo"

Jumat, 27 September 2013 | 17:02 WIB
RW
WP
Penulis: Robertus Wardi | Editor: WBP
Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono
Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono (ANTARA FOTO/Istimewa)

Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Agung Laksono mengaku tidak pernah membuat berita atau laporan bohong pada perayaan puncak Sail Komodo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), 14 September 2013 lalu.

Beberapa laporan yang disampaikan di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat acara puncak tersebut adalah hasil verifikasi lapangan berdasarkan kegiatan pembangunan dari kementerian dan lembaga (K/L) yang sudah dan sedang berproses di lapangan.

Agung mengatakan, mengingat tahun anggaran 2013 masih belum berakhir, maka beberapa kegiatan pembangunan ada yang belum selesai, seperti Bandara Komodo yang akan selesai pada bulan Desember. Rumah sakit pratama Labuan Bajo akan dilanjutkan setelah hasilnya diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sebelumnya pembangunan RS ini terjadi penyimpangan sehingga menyeret oknum pejabat masuk
penjara.

"Begitu juga dengan program bedah rumah yang dilaksanakan oleh Kementerian Sosial sebanyak 668 unit yang tersebar di seluruh kabupaten kota se-NTT ada yang sudah selesai dan ada yang tahap penyelesaian administrasi," kata Agung di Jakarta, Jumat (27/9).

Ia menjelaskan dana rehabilitasi rumah tidak layak huni baik dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) sebanyak 1154 maupun dari Kementerian Sosial (Kemensos) langsung diterima dan dilaksanakan oleh masyarakat sendiri. Artinya peran pemerintah adalah memberi dana sekaligus mengawasi agar program itu berjalan.

Sementara terkait anggaran Rp 3,6 triliun, Menko Kesra mengaku tidak memasukkan dalam laporan ke Presiden. Namun angka tersebut diperoleh setelah pihaknya mengkonfirmasi kepada Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi NTT. Dana tersebut merupakan perkiraan pembangunan yang masuk ke NTT terkait dengan Sail Komodo secara menyeluruh pada kementerian dan lembaga pusat, seperti pembangunan bandara Komodo, dan dermaga Komodo oleh Kementerian Perhubungan.

Sealnjutnya pembangunan sarana air bersih, mandi, cuci, kakus (MCK), serta pelataran wisata di Kampung Tengah Labuan Bajo oleh Kementerian Pekerjaan Umum, pemberian kapal feder dan kapal Puskesmas Keliling oleh Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, program peningkatan kesejahteraan nelayan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, bantuan mobil pintar oleh Kementerian Pertahanan, serta Rumah Pintar oleh Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia Bersatu.

"Semua kegiatan pembangunan tersebut betul-betul dilaksanakan oleh kementerian dan lembaga pusat. Fakta atau fisiknya dapat dilihat di lapangan. Jadi tidak benar Menko Kesra menyampaikan laporan bohong. Kemko Kesra dalam hal ini berfungsi mengkoordinir program tersebut, sementara pelaksanaan teknis dilakukan oleh masing-masing K/L dan instansi terkait. Menko Kesra meminta pentingnya koordinasi antar K/L demi suksesnya Sail Komodo 2013," ujar Agung yang juga Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon