Polisi Bantah Empat Artefak Museum Gajah Berada di Thailand
Rabu, 2 Oktober 2013 | 16:44 WIB
Jakarta - Penyidik membantah adanya informasi empat artefak yang hilang dari Museum Nasional atau Museum Gajah, telah berada di Thailand. Kendati demikian, penyidik tetap akan berkoordinasi dengan Interpol untuk mengetahui kebenaran terkait beredarnya isu itu.
"Tidak benar. Namun, berkaitan adanya informasi artefak itu sudah berada di Thailand, ini akan kami konfirmasikan lagi kepada pihak Interpol dalam kaitan penyusuran apakah benar berada di sana atau tidak," ujar Juru Bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (2/10).
Dikatakan Rikwanto, penyidik tetap berkoordinasi dengan pihak lainnya untuk mencegah benda peninggalan abad ke-IX itu terbang ke luar negeri.
"Sejak awal penyidik sudah koordinasi dengan pihak Imigrasi, Interpol, dan bandara untuk mencegah artefak itu ke luar negeri. Ini terus dilakukan," ungkapnya.
Setelah melakukan pra-rekonstruksi, sambungnya, penyidik masih melakukan analisa mendalam terkait hilangnya empat artefak itu.
"Perlu pendalaman. Karena, kapan hilangnya masih perlu dicari tahu. Yang jelas ini ada unsur kelalaian, dikaitkan alarm tak berfungsi, CCTV tak berfungsi, dan (memang) ada orang yang menginginkan barang itu," bilangnya.
Rikwanto menyampaikan, pihaknya akan terus fokus menangani kasus ini, karena empat benda yang hilang itu sarat nilai sejarahnya.
"Sebenarnya ini masalah serius buat budaya bangsa kita. Karena nilai historisnya. Tentunya, perlu fokus untuk mengungkapnya," tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, empat artefak berlapis emas dari abad IX, berupa lempengan Naga Mendekam, Bulan Sabit Beraksara, Wadah Bertutup Cepuk, dan Harihara dilaporkan hilang, dari Museum Nasional, Rabu (11/9). Keempat benda itu, memiliki historis yang sangat tinggi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




