Pipa PT Aetra Bocor, Jalan Kalimalang Tergenang

Jumat, 25 Oktober 2013 | 08:23 WIB
FS
B
Penulis: Fana F Suparman | Editor: B1
Pekerja mempersiapkan galian guna mengganti pipa air milik PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) yang bocor di Semanggi, Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin (8/4). Kebocoran pipa tersebut diduga akibat tekanan beban dari luar sehingga pipa 200 mm tersebut bocor dan air mengenangi badan jalan. FOTO: SP/Ruht Semiono
Pekerja mempersiapkan galian guna mengganti pipa air milik PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) yang bocor di Semanggi, Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin (8/4). Kebocoran pipa tersebut diduga akibat tekanan beban dari luar sehingga pipa 200 mm tersebut bocor dan air mengenangi badan jalan. FOTO: SP/Ruht Semiono (Suara Pembaruan/Ruht Semiono)

Jakarta - Sebuah pipa air berdiameter 800 milimeter milik PT Aetra mengalami kebocoran di Instalasi Pompa Tekan Halim, Kalimalang, Halim, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Jumat (25/10) pagi. Akibatnya, Jalan Raya Kalimalang di sekitar Pasar Ciplak, tepatnya di depan Kantor Balai Besar Ciliwung Cisadane tergenang air hingga setinggi sekitar 15 sentimeter. Lalu lintas dari arah Bekasi menuju Cawang pun macet parah.

"Sudah dua jam nggak bergerak dari Cipinang Indah," kata salah seorang warga.

Chaerullah Toto, Bagian Tramen PT Aetra yang ditemui di lokasi menjelaskan kebocoran tersebut terjadi sekitar pukul 04.30 WIB selama sekitar setengah jam. Saat ini, pihaknya sudah menutup aliran air yang menuju pipa tersebut.

"Ada sekitar 15 menit sampai 30 menit kebocoran terjadi dan sekarang sudah ditutup," katanya.

Menurut Toto, pipa tersebut mengalirkan air menuju Halim hingga pemukiman di sekitar Pasar Rebo. Meski telah ditutup, Toto memastikan air untuk warga yang dialiri pipa tidak akan mengalami gangguan.

"Untuk yang di Halim ada pipa sendiri, sementara untuk warga Pasar Rebo sudah pakai pipa alternatif yang terpasang di By Pass Jalan DI Panjaitan," jelasnya.

Terkait kerugian akibat peristiwa ini, Toto menyatakan pihaknya belum dapat menghitung. Saat ini, katanya, sebanyak sekitar 45 pekerja saat ini sedang berupaya memperbaiki dan mencari tahu penyebab pipa yang bocor. Sejauh ini, Toto menduga kebocoran terjadi akibat tekanan dari jalan raya.

"Sudah dinetralisir. Sekarang lagi dikeringkan supaya terlihat bagian mana yang bocor. Kita bongkar dulu baru diperbaiki," tuturnya.

Berdasar pantauan, air yang sempat menggenangi Jalan Raya Kalimalang sudah surut dan menyisakan lumpur tanah merah di sekitar badan jalan. Meski sudah tidak ada air yang tergenang, kemacetan masih terjadi hingga sekitar pukul 07.30 WIB. Selain volume kendaraan yang padat di sekitar lokasi, licinnya jalanan karena tanah merah membuat kendaraan khususnya sepeda motor melaju perlahan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon