Kasus Suap Buol, Hartati Mengaku Dikorbankan Anak Buah
Kamis, 7 November 2013 | 14:19 WIB
Jakarta - Terpidana suap pengurusan izin Hak Guna Usaha (HGU) di Kabupaten Buol, Siti Hartati Murdaya menegaskan dirinya telah dikorbankan oleh anak buahnya, Totok Lestiyo dan Arim.
Pasalnya, bos PT Hardaya Inti Plantation (HIP) itu mengaku tidak pernah menyetujui dan tidak pernah memerintahkan pemberian uang kepada Bupati Buol, Amran Batalipu.
Hal itu diungkapkan Hartati saat bersaksi dalam persidangan mantan Direktur PT HIP Totok di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (7/11).
"Bagaimana bisa disebut menyetujui, saya tidak pernah menyampaikan persetujuan, dan tidak tahu-menahu, saya baru tahu belakangan setelah kasus ini diungkap oleh KPK," kata Hartati.
Menurut Hartati, pemberian uang itu murni atas inisiatif anak buahnya, dan dilakukan dengan cara mengelabui dirinya. Hartati justru mengaku berusaha menghindar dari Bupati Buol yang terus meminta uang. Namun kedua anak buahnya diam-diam tanpa persetujuan dirinya mengeluarkan uang perusahaan dan diberikan kepada Amran.
"Saya heran, sebenarnya ada konspirasi apa antara para anak buah saya dengan Bupati Buol saat itu, sehingga tanpa persetujuan saya mereka berani mengambil uang perusahaan untuk Bupati Buol," kata istri pengusaha Murdaya Poo itu.
Hartati mengaku tidak punya kepentingan untuk menyuap Bupati Buol, Amran Batalipu. Sebab, semua perizinan perkebunannya di Buol sudah lengkap dan sah.
Sementara itu mengenai pembicaraan terkait sadapan telepon dengan Amran, Hartati mengaku menggunakan kata barter sebagai upaya menolak secara halus permintaan uang. Barter, menurutnya adalah dengan pekerjaan yang tidak mungkin dilakukan Amran terkati dengan kewenangannya sebagai Bupati.
"Saya tahu untuk menerbitkan HGU bukan kewenangan Amran, itu kewenangannya BPN. Jadi saya minta ke Amran sesuatu yang tidak mungkin dia lakukan sehingga saya tidak perlu memberikan uang kepadanya," urai dia.
Menurutnya, dia tidak menolak secara tegas karena kondisi pabrik dan perusahaan sedang diduduki preman suruhan Amran sehingga berhenti operasi. "Saya takut kalau saya tolak kondisinya pabrik dan perkebunan makin runyam," kilah Hartati.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




