Ribuan Pengungsi Sinabung Eksodus ke Kota-kota Terdekat

Selasa, 26 November 2013 | 07:52 WIB
AS
B
Penulis: Arnold H Sianturi | Editor: B1
Seorang warga menyaksikan erupsi Gunung Sinabung dari kawasan Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, Sumut, Minggu (24/11). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung Sinabung menjadi Awas (Level IV) dan sedikitnya 12.300 warga yang tinggal di kawasan gunung itu telah mengungsi.
Seorang warga menyaksikan erupsi Gunung Sinabung dari kawasan Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, Sumut, Minggu (24/11). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung Sinabung menjadi Awas (Level IV) dan sedikitnya 12.300 warga yang tinggal di kawasan gunung itu telah mengungsi. (ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)

Medan - Aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut), belum juga menurun. Sebaliknya, aktivitas justru semakin meningkat. Peningkatan status gunung menjadi "Awas" semakin membuat masyarakat ketakutan. Tidak sedikit masyarakat pengungsi yang eksodus keluar dari kabupaten tersebut.

"Kami eksodus ke kota karena mengkhawatirkan letusan gunung yang lebih dahsyat lagi nantinya. Bagaimanapun, keselamatan keluarga yang lebih diutamakan ketimbang harta benda," ujar seorang pengungsi asal Tiga Dreket, Kabupaten Karo, Makmur Sembiring di Medan, Selasa (26/11).

Makmur bersama keluarga dan puluhan warga lainnya eksodus ke Medan. Menurutnya, ada juga warga di sana yang mengungsi ke daerah Binjai, Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Dairi maupun lainnya. Jumlah masyarakat yang mengungsi ke daerah lain itu diperkirakan sudah mencapai ribuan orang.

"Untuk sementara kami menumpang tempat tinggal di rumah sanak dan keluarga masing-masing. Kami mengungsi karena selama berada dalam pengungsian di Tanah Karo, keadaannya sangat tidak memungkinkan. Ini bisa mengancam kesehatan anak-anak," jelasnya.

Berdasarkan laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah masyarakat yang mengungsi diperkirakan bisa mencapai 20.000 jiwa. Jumlah itu meliputi 20 desa di Kabupaten Tanah Karo, yang lokasinya berjarak 5 kilometer dari Gunung Sinabung.

Pengungsi itu dari Desa Guru Kinayan, Desa Sukameriah, Desa Berastepu, Desa Bekerah, Desa Gamber, Desa Simacem, Desa Perbaji, Desa Mardinding, Desa Kuta Gugung, Desa Kuta Rakyat, Desa Sigarang-garang, Desa Sukanalu, Desa Temberun, Desa Kuta Mbaru, dan Desa Kuta Tonggal.

Selain itu, Desa Tiga Nderket, Desa Slandi, dan Dusun Sibintun serta Dusun Lau Kawar. Sedangkan desa yang berada di luar radius 5 km tetapi berada di arah bukaan kawah yang rawan lontaran material gunung adalah Desa Kuto Tengah, Kebayakan, Naman dan Kutambelin.

Jumlah pengungsi di Kabupaten Langkat sebanyak 200 orang. Mereka berasal dari Kecamatan Neman Teran yang mengungsi ke Desa Telaga, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat. Kedatangan pengungsi diterima dengan sangat baik oleh masyarakat di sana.

Kepala Desa Telagah, Suranta, mengatakan, ratusan pengungsi datang ke desa tersebut karena erupsi Gunung Sinabung, masih tinggi. Masyarakat mengungsi karena mengkhawatirkan erupsi lebih besar lagi. Bahkan, ada beberapa pengungsi yang tinggal di rumah kerabat maupun famili.

"Kami sudah menyampaikan laporan ke pemerintah kabupaten tentang keberadaan pengungsi korban letusan Gunung Sinabung. Pemerintah sedang membahas penanganan pengungsi tersebut. Bantuan buat pengungsi juga banyak disalurkan masyarakat sini," sebut Suranta.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon