Lifebuoy Tak Bermaksud Rendahkan Martabat Anak-anak NTT
Rabu, 4 Desember 2013 | 11:54 WIB
Jakarta - Menanggapi protes Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya, yang marah akibat tayangan iklan Lifebuoy yang dianggap mengekploitasi kemiskinan di NTT, Maria D. Dwianto, Head of Corporate Communications PT Unilever Indonesia menyampaikan tanggapannya.
Dalam rilis yang dikirimkan ke BeritaSatu, Maria menyatakan pihaknya tidak pernah bermaksud merendahkan martabat anak-anak dan masyarakat NTT. Iklan sabun mandi Lifebuoy versi "5 Tahun Bisa untuk NTT" tersebut diluncurkan untuk membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Ia juga menyampaikan permohonan maafnya pada pihak yang merasa tidak nyaman dengan tayangan iklan Lifebuoy tersebut.
Maria menjelaskan lebih lanjut pihaknya berhasil mengumpulkan dana lebih dari Rp 710 juta hasil donasi dari program "5 Tahun Bisa untuk NTT". Dana itu akan disalurkan untuk program pembangunan sarana sanitasi dan akses air bersih serta program edukasi PHBS di desa Bitobe. Bitobe merupakan desa tempat pengambilan gambar untuk iklan Lifebuoy sebagai proyek percontohan. Desa tersebut dipilih berdasarkan rekomendasi dari pemerintah setempat sebagai salah satu daerah di Kabupaten Kupang NTT yang membutuhkan bantuan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




