TB Silalahi Pernah Dilapori soal Aliran Dana di Kongres PD
Rabu, 11 Desember 2013 | 16:40 WIB
Jakarta - TB Silalahi, Ketua Komisi Pengawas Partai Demokrat, mengaku pernah dilapori soal aliran dana di Kongres Partai Demokrat tahun 2010 di Bandung, Jawa Barat.
Hal itu dikatakan oleh TB usai menjalani pemeriksaan di KPK sebagai saksi kasus dugaan penerimaan hadiah dalam proyek Hambalang dan proyek lainnya dengan tersangka mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum.
"Bahwa kami juga ada bermasalah dulu di Kongres. Ada yang memberi duit dan lain sebagainya," kata TB di kantor KPK, Rabu (11/12).
TB mengatakan, saat itu ia dilapori oleh Mantan Ketua DPC. Para Mantan Ketua DPC itu awalnya mengadu soal musyawarah cabang yang dinilai tidak adil. Namun, keluhan itu berkembang ke persoalan uang di kongres.
Atas laporan tersebut, Komisi Pengawasan memeriksa sejumlah saksi untuk mengecek kebenaran soal aliran dana di konges. Hasil pemeriksaan sudah diserahkan kepada KPK. TB dnggan mengungkap hasil pemeriksaan apakah membenarkan adanya uang di kongres Demokrat tiga tahun lalu.
"Tapi apa yang di dalamnya (hasil pemeriksaan) silahkan tanya ke KPK," kata TB.
KPK menetapkan Anas Urbaningrum sebagai tersangka kaspenerimaan hadiah atau janji terkait proses perencanaan pelaksnaan pembangunan sport center hambalang dan atau proyek-proyek lainnya.
Anas ditetapkan menjadi tersangka dalam kapasitasnya sebagai anggota DPR 2009-2014.
KPK menyangkakan Anas melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b dan atau pasal 11 Undang-Undang No.31/1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Dalam kasus ini, KPK tidak hanya membidik penerimaan Anas dalam proyek Hambalang. Penyidikan KPK melebar aliran dana dalam kongres Partai Demokrat tahun 2010 silam.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




