"Badminton Adoption Programme" Resmi Diluncurkan di Malaysia

Kamis, 16 Januari 2014 | 17:08 WIB
HP
B
Penulis: Haikal Pasya | Editor: B1
Ilustrasi bulu tangkis
Ilustrasi bulu tangkis (Istimewa/istimewa)

Kuala Lumpur - Badminton Adoption Programme resmi diluncurkan lewat penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Kamis (16/1), di kantor Badminton Asia Confederation (BAC), di Cheras, Kuala Lumpur, Malaysia.

Turut hadir dalam acara ini Dato' Sri Mohd Nadzmi Mohd Salleh (Presiden BAC), Surasak Songvarakulpan (Sekretaris Jenderal BAC), Achmad Budiharto (Wakil Sekjen PP PBSI), Victor Hartono (Presiden Direktur Djarum Foundation), serta Bambang Roedyanto (Kasubid Hubungan Internasional PP PBSI).

Program yang dicetuskan oleh BAC ini merupakan terobosan baru di dunia bulu tangkis. Lewat program ini, negara-negara besar bulu tangkis di Asia akan memberikan bantuan kepada negara-negara yang bulu tangkisnya masih belum berkembang. Bantuan diberikan dalam bentuk program pelatihan bagi atlet, berikut fasilitas pendukung seperti lapangan, pelatih, serta akomodasi selama menjalani program.

"Tujuan utama dari diselenggarakannya Badminton Adoption Programme adalah untuk pemerataan bulu tangkis di negara-negara Asia. Selama ini, gap antara negara-negara bulu tangkis seperti China, Indonesia, Malaysia, dan sebagainya, terlalu jauh dengan negara-negara yang bulu tangkisnya belum berkembang. Kami tak mau seperti ini terus," kata Dato' Nadzmi.

"Kami ingin bulu tangkis semakin populer, supaya tercipta lingkungan kompetisi yang lebih baik," ujar mantan Presiden Badminton Association of Malaysia ini.

Indonesia menjadi pionir sebagai negara pertama yang berinisiatif menjalankan program ini. PBSI yang menggandeng Djarum Foundation, akan segera memulai Badminton Adoption Programme pada pertengahan Februari 2014.

"Indonesia merupakan salah satu negara bulu tangkis terkuat di Asia. PBSI mengambil inisiatif untuk berpartisipasi pada program ini, karena kami memandang banyak sekali manfaat dari program ini," tutur Achmad Budiharto, Wakil Sekjen PP PBSI.

"Tujuan jangka panjangnya, kami ingin bulu tangkis tetap menjadi olahraga yang dimainkan di ajang Olimpiade. Oleh karena itu, banyak hal yang mesti dikembangkan lagi, salah satunya pemerataan serta popularitas bulu tangkis," tambah Budi.

Dalam program ini, negara-negara peserta dapat mengirimkan atlet atau pelatih ke Indonesia, untuk mengikuti program pelatihan bulu tangkis terpadu yang akan dilangsungkan di GOR PB Djarum, di Kudus, Jawa Tengah.

"BAC tentunya punya banyak pekerjaan rumah dalam upaya pemerataan bulu tangkis di Asia. Sementara kami punya banyak pelatih, lapangan, resources, dan sebagainya, untuk mensupport Badminton Adoption Programme. Ini merupakan niat baik dari kami yang diharapkan dapat membawa manfaat bagi semua orang," tutur Victor Hartono pula.

Dalam pelaksanaannya, BAC akan merekomendasikan negara-negara yang akan menerima bantuan program ini. Djarum Foundation sendiri juga telah mempersiapkan akomodasi bagi sekitar 20 atlet yang akan dibina.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon