Tata Jual 30% Saham Arutmin ke Bakrie Senilai US$ 500 Juta
Sabtu, 1 Februari 2014 | 20:29 WIB
Jakarta - Tata Power menjual kembali 30% saham Arutmin berikut asosiasinya kepada Bakrie Group senilai US$ 500 juta. Namun, Tata tetap mempertahankan kepemilikan sahamnya pada PT Kaltim Prima Coal (KPC), perusahaan tambang batubara terbesar di dunia.
Penjualan 30% saham Arutmin oleh Tata dilakukan setelah tujuh tahun menguasainya. Pada 2007, Tata membeli masing-masing 30% saham Arutmin dan KPC senilai US$ 1,1 miliar.
Dalam pengumuman resminya, Jumat (31/1), Tata mengemukakan alasan penjualan Arutmin untuk memperoleh tambahan dana tunai (cash flow) dan mengurangi utang konsolidasi grup. Apalagi salah satu proyek Tata, Mundra Ultra Mega Power Project (UMPP) 4000 megawatt mengalami kesulitan cash flow.
Menurut Tata, dengan mempertimbangkan skenario harga batubara saat ini, Arutmin, dengan area tambang yang tersebar di beberapa penambangan (pit) di Kalimantan Selatan, telah mulai beroperasi dan menghadapi tantangan biaya dalam operasionalnya.
"Harga batubara saat ini telah menghadirkan tantangan terhadap seluruh sektor batubara. Dana hasil penjualan saham Arutmin akan menyediakan dana tunai untuk memenuhi tantangan yang dihadapi Tata saat ini. Kami tidak berharap ada gangguan terhadap pasokan batubara untuk pembangkit listrik kami karena kami tetap investasi di KPC dan perjanjian pasokan batubara terus berjalan," jelas Anil Sardana, direktur pelaksana Tata Power.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




