Rusliansyah Akui Dimintai Tolong Hambit Bintih Bertemu Akil Mochtar
Kamis, 6 Februari 2014 | 14:40 WIB
Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Palangka Raya, Rusliansyah mengakui pernah dimintai tolong oleh Bupati Gunung Mas terpilih Hambit Bintih untuk bertemu Akil Mochtar yang ketika itu menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).
"Waktu itu, katanya (Hambit) walaupun proses pilkada Gunung Mas belum sampai ke MK tolong bantu saya karena Akil ini politisi Golkar. Beliau (Hambit) juga katakan kita semua tahu keputusan MK ini wakil Tuhan saja," kata Rusliansyah saat bersaksi untuk tiga terdakwa sekaligus, Hambit Bintih, Cornelis Nalau Antun dan Chairun Nisa dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (6/2).
Atas permintaan tersebut, Rusliansyah mengaku meminta tolong ke Korwil (Koordinator Wilayah)DPP Golkar Kalimantan Tengah (Kalteng) Chairun Nisa yang juga anggota DPR.
Menurut Rusliansyah, meminta tolong ke Chairun Nisa dipilih karena ia dekat dengan Akil Mochtar. Mengingat, Nisa dan Akil memiliki hubungan akrab.
"Jika (Nisa) tidak memiliki kedekatan (dengan Akil). Tidak mungkin bisa ke rumahnya (Akil)," ujar Rusliansyah.
Lebih lanjut Rusliansyah mengaku dirinya bersedia membantu Hambit yang didukung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) karena pertemanan. Rusliansyah juga mengungkap tidak terlibat lagi terkait pengurusan di MK tersebut setelah mempertemukan Hambit dengan Chairun Nisa pada 19 September 2013.
Tetapi, berdasarkan bukti pesan singkat yang diperoleh jaksa dari telepon genggam milik Chairun Nisa, terungkap bahwa Rusliansyah sampai sebelum penangkapan tanggal 2 Oktober 2013 masih menghubungi terdakwa Nisa.
Keterangan Rusliansyah berkesuaian dengan kesaksian Chairun Nisa untuk terdakwa Hambit dan Cornelis. Ketika itu, Nisa mengatakan bahwa dimintai tolong Rusliansyah untuk membantu Hambit.
Kemudian, permintaan bantuan tersebut disanggupi oleh dirinya karena merasa mengenal Hambit sejak yang bersangkutan masih menjabat sebagai Wakil Bupati Gunung Mas sampai menjadi Bupati Gunung Mas.
"Beliau (Hambit) mengatakan bahwa ada yang menggugat (kemenangannya) maka khawatir nantinya dianulir. Sehingga, beliau ingin minta bantuan ketua MK supaya tetap menang ada di pihak pak Hambit," ujar Nisa dalam sidang beberapa waktu lalu.
Untuk menindaklanjuti permintaan tolong Ruliansyah, maka Nisa mengaku terjadi pertemuan antara dingan Hambit di Hotel Sahid, Jakarta, pada 19 September 2013.
Dalam pertemuan tersebut, Nisa bercerita langsung menghubungi Akil dengan pesan singkat meminta bantuan perkara sengketa pilkada Gunung Mas. Kemudian, dijawab oleh Akil bahwa pilkada tersebut akan diminta diulang.
Hingga, akhirnya Akil meminta uang sebesar Rp 3 miliar untuk memuluskan permintaan bantuan tersebut. Tetapi, Nisa mengaku bahwa ini adalah pertama kali dirinya membantu terkait pengurusan perkara sengketa pilkada di MK.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




