"Street Society", Film "Too Fast Too Furious" Ala Indonesia

Sabtu, 8 Februari 2014 | 00:47 WIB
SA
FB
Penulis: Siti Rizkika Anisa | Editor: FMB
Para pemeran film Street Society berpose di depan mobil Lamborghini
Para pemeran film Street Society berpose di depan mobil Lamborghini (beritasatu.com/Siti Rizkika Anisa)

Jakarta - Film bertama laga otomotif sebentar lagi akan menghiasi layar lebar Indonesia. Film yang dibintangi oleh Marcel Chandrawinata, Chelsea Elizabeth, Edward Gunawan, Edward Akbar, Wulan Guritno, Ferry Salim, Senk Lotta dan Kelly Tandiono ini mengisahkan tentang kalangan anak muda jetset, hobi otomotif dan para pelaku balap jalanan.

Film ke-13 Awi Suryadi ini akan menampilkan 30 mobil mewah seperti Lamborghini, McLaren, Ferrari, Bentley, Rolls Royce, Porsche, BMW, KTM, Aston Martin, Mercedes Benz, GT-R dan Ducati serta melibatkan enam pembalap profesional sabagai stunt drivers.

"Selain memberikan pilihan genre, tema laga otomotif ini diangkat untuk menunjukan pada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang aman dan juga indah serta sangat eksotik. Buktinya banyak orang-orang dengan kemampuan membeli 'supercar' mau mengendarai mobilnya dengan rasa aman dan menikmati keindahan alamnya. Karena itu, dengan menonton film "Street Society" ini, para Investor akan percaya dan nyaman untuk berinvestasi di Indonesia," ujar sang Produser, Eryck Wowor pada konfrensi pers film Street Society di Fable Fairgrounds, Lot 14 SCBD, Jumat (7/2).

Menurut pemeran utama film ini, Marcel Chandrawinata, proses syuting film ini cukup menantang karena ia harus mengendarai mobil berkecepatan tinggi sekaligus memerankan banyak adegan berkelahi.

"Adegan paling berkesan bagi saya adalah ketika saya mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi di Bali dan delapan adegan berkelahi," ujar artis yang mengaku gemar dunia otomotif sejak SMA ini.

Lokasi syuting yang digunakan seluruhnya berada di Indonesia, seperti Jalan Thamrin, Sudirman, Gajah mada, Antasari, Bunderan HI, Jembatan Suramadu dan Bali.

"Kesulitan yang dirasakan tim adalah mengamankan lokasi syuting untuk adegan kebut-kebutan. Jadi kami harus menunggu hingga larut malam sebelum bisa shooting. Belum lagi lokasi seperti Pelindo, Jembatan Suramadu, semua perlu koordinasi yang baik dan melibatkan banyak pihak," jelas Awi.

Film yang memakan proses shooting selama 40 hari ini rencananya akan diputar serentak di bioskop-bioskop Indonesia pada tanggal 20 Februari 2014.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon