"Hanoman The Musical" Tampil di Galeri Indonesia Kaya
Senin, 10 Februari 2014 | 14:51 WIBJakarta - Setelah sukses menggelar "Hanoman-The Ultimate Warrior" pada 2013 di Tenis Indoor Senayan Jakarta, kali ini kisah pewayangan Indonesia dengan kemasan modern ini juga tampil di auditorium Galeri Indonesia Kaya, Minggu (9/2).
"Kisah Hanoman oleh MSP Entertainment ini telah sukses dibawa ke panggung internasional dan mendapat sambutan yang antusias. Karena itu, Galeri Indonesia Kaya juga mendukung kisah warisan budaya Indonesia yang menjadi kebangaan masyarakat ini sehingga generasi muda juga semakin mencintai kekayaan budaya Indonesia," tutur Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.
Pertunjukan berdurasi kurang lebih 45 menit ini menyuguhkan kolaborasi musik dan video yang diambil dari pertunjukan Drama Sinema MSP Hanoman yang digelar pada Februari 2013 di Tennis Indoor Senayan Jakarta yang menampilkan live orchestra pimpinan Aksan Sjuman.
"Saya memodifikasi materi musik rock dan pop agar sesuai dengan koreografi dan jalan cerita. Modifikasi ini juga bertujuan untuk menjembatani tradisi Indonesia dengan budaya cerita wayang yang dulunya terkesan kuno dan susah untuk dimengerti bisa berbaur dengan budaya modern yang dapat menarik minat masyarakat, khususnya generasi muda," tutur Aksan Sjuman.
Diisi lima orang penari yang tampil apik dan tata musik aransemen Aksan, para pengunjung GIK dibawa hanyut dalam kisah Hanoman, ksatria para dewa yang berwujud kera putih yang ditampilkan melalui tiga buah layar.
Dalam pertunjukan ini adegan-adegan pertempuran di layar tersaji apik dengan diiringi nyanyian Aqi Singgih dan Audrey Meirina Singgih yang tampil full band.
Mini konser "Hanoman The Musical" di GIK, kata sang Sutradara Mirwan Suwarso, dikemas dengan konsep pagelaran drama sinema. Sebuah kolaborasi kreatif untuk menyajikan kisah pewayangan kepada konsumen masa kini dengan ciri khas penggunaan tiga layar lebar, musik dan aksi panggung yang dinamis.
"Kemasan dengan sentuhan kekinian ini bertujuan menarik minat masyarakat pada tradisi kisah Indonesia sehingga khususnya generasi muda dapat mengenal dan mencintai kekayaan budayanya," imbuhnya.
MSP Entertainment dikenal sukses dengan serangkaian drama sinema, mulai dari karya pertama "Jabang Tetuko" di tahun 2011. Karya pertama ‘Jabang Tetuko’ yang menggabungkan seni wayang orang dan wayang kulit tradisional dengan elemen dunia hiburan masa kini menjadi tonggak sejarah pertunjukan MSP Entertainment diikuti dengan "Gatotkaca Jadi Raja", "Arjuna Wiwaha" dan "Gatotkaca Kembar – The Evil Within.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




