Pengungsi Sinabung Mulai Dipulangkan

Rabu, 12 Februari 2014 | 00:38 WIB
AS
WP
Penulis: Arnold H Sianturi | Editor: WBP
Sejumlah warga bersiap menaiki angkutan menuju lokasi pengungsi di Namanteran, Karo, Sumut, Sabtu (8/2). Pengungsi erupsi Gunung Sinabung setiap harinya bertambah, dan tercatat sedikitnya 32.346 jiwa warga mengungsi yang tersebar di 42 lokasi pengungsian.
Sejumlah warga bersiap menaiki angkutan menuju lokasi pengungsi di Namanteran, Karo, Sumut, Sabtu (8/2). Pengungsi erupsi Gunung Sinabung setiap harinya bertambah, dan tercatat sedikitnya 32.346 jiwa warga mengungsi yang tersebar di 42 lokasi pengungsian. (ANTARA FOTO/Setianda Perdana)

Medan - Pemerintah Kabupaten Karo, Sumatera Utara masih melanjutkan proses pemulangan pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung yang sudah tiga bulan berada di pengungsian.

Para pengungsi yang dipulangkan itu mereka yang tinggal di luar radius 5 kilometer (Km) dari Sinabung.

Pengungsi yang dipulangkan itu berasal dari Desa Cimbang 68 Kepala Keluarga (KK) sebanyak 234 jiwa, Rimo Kayu 196 KK (657 jiwa), Batu Karang 270 KK (805 jiwa), dan Ujung Payung 93 KK (311 jiwa). Proses pemulangan tersebut pun dibantu aparat TNI dan Polri.

"Pemerintah bekerjasama dengan aparat dan dibantu relawan turut melakukan pembersihan jalan dan pemukiman masyarakat yang ditutupi abu vulkanik," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, Rabu (12/2).

Sutopo mengatakan, proses pemulangan pengungsi juga disertai dengan bantuan padat karya (cash for work) dari pemerintah. Setiap KK memperoleh Rp 50.000/hari.

Santunan dari pemerintah juga diserahkan secara simbolis kepada keluarga korban meninggal dunia. Jumlah santunan itu meliputi dari Kementerian Sosial (Kemsos) sebesar Rp 5,5 juta, Gubernur Sumut 3,5 juta, dan Bupati Karo 2,5 juta.

Sementara itu, Sehat Sembiring (47), korban yang menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Efarina Etaham, akibat tersapu awan panas Gunung Sinabung akhirnya menghembuskan nafas terakhir, Selasa (11/2).

Korban meninggal dunia setelah sebelas hari menjalani perawatan. Kondisi tubuhnya penuh dengan luka bakar. Dengan demikian, jumlah korban yang tewas akibat disapu awan panas gunung merapi, Sabtu (1/2) kemarin, bertambah menjadi 17 orang.

"Pihak medis sudah maksimal menangani korban namun kondisi tubuh korban semakin lemah dan akhirnya meninggal dunia," ujar Koordinator Media Center Posko Tanggap Darurat Erupsi Gunung Api Sinabung di Kabanjahe, Jhonson Tarigan.

Adapun korban yang tewas akibat terkena sapuan awan panas Gunung Sinabung adalah Aleksander Sembiring (17) siswa SMK Warga Simpang Korpri, Daud Surbakti (17) siswa STM warga Selandia Baru Kecamatan Payung.

Selain itu, Diva Nusantara, STM Warga Cinta Rakyat, David (17) siswa STM warga Simpang Korpri, Mahal Surbakti (25) guru honorer SD Gurukinayan, Rizal Saputra (23) mahasiswa dan warga Medan, Teken Sembiring (47) Warga Gurki dan Santun Siregar (22) mahasiwa warga Kota Cane.

Korban lainnya, Fitriani Napitupulu (19) warga Kota Cane, Asran Lubis (21), mahasiswa Kota Cane, Marudut Brisnu (25) Kota Tengah Aceh Tenggara, Daniel Siagian, mahasiswa Aceh Tenggara, Julpiandi Mori (21) mahasiswa dan Warga Kota Cane, Thomas Lakae (27) warga Medan, Surya Sembiring (24) warga Kaban Jahe, Doni Sembiring (60) dan Sehat Sembiring (47).

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon