Uji Coba Transmisi Listrik BP-PLN Papua Barat Sukses
Senin, 17 Februari 2014 | 12:35 WIB
Jakarta - BP Indonesia dan PT PLN (Persero) menyatakan uji coba transmisi listrik oleh PLN dari kilang LNG Tangguh di Teluk Bintuni ke Kota Bintuni, Provinsi Papua Barat telah berhasil dilakukan. Hal ini merupakan tahap awal dari rencana untuk mengalirkan 4 Mega Watt (MW) listrik dari Tangguh ke beberapa lokasi di Teluk Bintuni.
BP Regional President Asia Pacific, William Lin, mengatakan uji coba dilakukan sejak 5 Februari kemarin hingga diresmikan pada hari ini untuk memastikan stabilitas pasokan listrik sebelum PLN mendistribusikan listrik tersebut ke pelanggan PLN di Teluk Bintuni. Dia menyebut pencapaian ini termasuk dari komitmen BP Indonesia sebagai bagian dari rencana Pengembangan Tangguh dan pentingnya mendukung pembangunan Papua Barat.
"Untuk pertama kalinya masyarakat kota Bintuni memperoleh listrik untuk jangka panjang yang akan dipasok dari kilang LNG Tangguh serta ditransmisi dan distribusikan oleh PLN. Kami berharap akan ada lebih banyak masyarakat di Teluk Bintuni yang dapat menikmati listrik di bulan-bulan mendatang," kata William dalam siaran pers di Jakarta, Senin (17/02).
Direktur Utama PLN, Nur Pamudji, menambahkan PLN terus berupaya meningkatkan angka rasio elektrifikasi dengan menambah pasokan dan memperluas jaringan listrik, diantaranya melalui sinergi dengan berbagai pihak. Pada saat uji coba, lanjut Pamudji, listrik yang dialirkan ke Bintuni mencapai 1,8 MW dan selanjutnya bertahap hingga mencapai beban puncak sebesar 2,4 MW.
"Dengan berhasilnya penyaluran listrik dari Tangguh ini, diperkirakan beban puncak listrik di Bintuni dan sekitarnya akan naik secara cepat hingga mencapai 3 sampai 4 MW," ujarnya.
Perjanjian penyaluran dan pengambilan tenaga listrik (SOA) telah ditandatangani antara BP dan PLN pada 3 Desember 2013 lalu. Perjanjian itu menyatakan BP akan memasok 4MW listrik kepada PLN selama 20 tahun untuk dijual dan didistribusikan kepada masyarakat di Teluk Bintuni.
Tangguh dioperasikan oleh BP Indonesia sebagai kontraktor SKK Migas. BP memegang saham 37.16% dalam proyek tersebut. Mitra kontrak Tangguh lainnya adalah MI Berau B.V. (16.30%), CNOOC Muturi Ltd. (13.90%), Nippon Oil Exploration (Berau), Ltd. (12.23%), KG Berau/KG Wiriagar (10.00%), Indonesia Natural Gas Resources Muturi Inc. (7.35%), dan Talisman Wiriagar Overseas Ltd. (3.06%).
BP telah lebih dari 45 tahun bekerja di Indonesia dan merupakan salah satu investor asing terbesar. Kegiatannya didominasi oleh bisnis eksplorasi dan produksi, khususnya LNG Tangguh di Provinsi Papua Barat yang mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2009. Kini BP sedang mempersiapkan pengembangan kilang melalui penambahan kilang LNG ketiga.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Skuad Timnas AS pada Piala Dunia 2026 Akan Diumumkan 26 Mei




