AS, Inggris Ancam Boikot KTT G-8 di Rusia
Senin, 3 Maret 2014 | 01:56 WIB
Washington DC - Setelah pasukan Rusia menguasai wilayah Crimea di Ukraina, Inggris dan Amerika Serikat menyatakan mereka tidak akan hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi G-8 yang dijadwalkan di Sochi, Rusia, Juni tahun ini.
Menteri Luar Negeri AS John Kerry menyebut aksi pasukan Rusia itu sebagai "tindakan nyata agresi."
AS mengambil keputusan tersebut tak lama setelah Presiden Barack Obama berbincang cukup lama dengan Presiden Rusia Vladimir Putin lewat telepon, Sabtu (1/3) lalu.
Menurut Gedung Putih, Obama dan Putin berbicara sampai 1,5 jam dan Obama mengungkapkan keprihatinannya tentang aksi militer Rusia di wilayah Crimea. Rusia, yang memiliki pangkalan militer di Crimea, diberitakan telah mengambil alih sejumlah gedung pemerintah dan kantor transportasi strategis tanpa melepaskan tembakan.
Sekretaris urusan luar negeri Inggris, William Hague, mengatakan negaranya juga akan absen di sejumlah pertemuan persiapan G-8. Sementara itu Kanada menarik duta besarnya dari Moskwa Sabtu lalu.
Ketegangan makin meningkat antara Ukraina dan Rusia setelah aksi demonstrasi besar-besaran di Kiev bisa menggulingkan Presiden Viktor Yanukovych.
Para pejabat Rusia mengatakan mereka masih menganggap Yanukovych sebagai pemimpin Ukraina yang sah dan berdalih aksi militer mereka di Crimea adalah untuk melindungi etnis Rusia yang banyak jumlahnya di semenanjung itu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Skuad Timnas AS pada Piala Dunia 2026 Akan Diumumkan 26 Mei




