Pemilu Korut, Kim Jong Un Dapat Suara 100%

Senin, 10 Maret 2014 | 22:36 WIB
HA
B
Penulis: Heru Andriyanto | Editor: B1
Foto ini dirilis pada 18 Februari 2014 saat pemimpin Korea Utara Kim Jong-un yang berbaju hitam (kanan) dan istrinya, Ri Sol-ju (paling kiri) menghadiri acara olahraga antara tentara Angkatan Laut dang Angkatan Udara di Pyongyang, Korut.
Foto ini dirilis pada 18 Februari 2014 saat pemimpin Korea Utara Kim Jong-un yang berbaju hitam (kanan) dan istrinya, Ri Sol-ju (paling kiri) menghadiri acara olahraga antara tentara Angkatan Laut dang Angkatan Udara di Pyongyang, Korut. (Yonhap News/Newscom)

Pyongyang — Dengan tidak adanya kandidat lain yang dicetak di kertas suara, pemimpin besar Korea Utara Kim Jong Un bukan hanya terpilih sebagai anggota parlemen tertinggi negara itu, dia juga memenanginya dengan perolehan suara 100% dalam "pemilu" yang diklaim diikuti semua pemilih tanpa ada yang absen.

Warga Korea Utara mendatangi tempat pemungutan suara Minggu (9/3) kemarin untuk memilih para deputi Majelis Rakyat Agung (Supreme People's Assembly). Pemungutan suara ini lebih sebagai ritual politik setiap lima tahun, bukan pemilu seperti standar Barat.

Hasil pemilihan untuk para kandidat lain belum diumumkan, namun media Korut segera memberitakan bahwa Kim menang di distriknya, yang secara simbolis terletak di Gunung Paekdu, tanpa ada suara yang menolaknya.

Pada pemilihan-pemilihan sebelumnya, sebanyak 687 deputi telah dipilih. Ini untuk pertama kalinya pemilu diadakan sejak Kim mewarisi kekuasaan setelah ayahnya, Kim Jong Il, meninggal pada 2011.

ADVERTISEMENT

"Ini merupakan ekspresi dukungan dan kepercayaan total para pegawai dan rakyat pada pemimpin besar Kim Jong Un, karena mereka dengan bulat hati setia padanya," kata kantor berita pemerintah Korean Central News Agency.

Para pemilih tidak punya pilihan di kertas suara, karena hanya ada satu nama kandidat di setiap distrik. Namun mereka diberi pilihan ya atau tidak, dan menurut penghitungan resmi bisa dibilang semuanya menjawab ya. Korea Utara biasanya mengklaim tingkat partisipasi pemilih di seluruh negeri mencapai di atas 99%.

Majelis Rakyat Agung jarang mengadakan pertemuan, kadang-kadang hanya sekali dalam satu tahun. Jika tidak ada sesi, tugasnya diambil alih oleh badan yang lebih kecil namun jauh lebih berkuasa yang disebut Presidium.

Parlemen baru dijadwalkan bersidang mulai bulan depan, namun tanggalnya belum disampaikan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon