Presiden Ukraina Yakin Rusia Invasi Crimea Seusai Referendum
Minggu, 16 Maret 2014 | 04:05 WIB
Kiev - Presiden Sementara Ukraine Oleksander Turchinov meyakini ada "bahaya nyata" bahwa Moskow akan merebut wilayah Crimea setelah dilakukannya referendum di wilayah itu, Minggu (16/3). Ia menuduh "agen Kremlin" mendalangi gejolak di kawasan itu.
Turchinov mengatakan, ada kemungkinan bahwa Rusia akan maju lebih dalam ke Ukraina setelah jajak pendapat hari Minggu nanti. Pihak Barat menyebut referendum itu sebagai tindakan ilegal.
Kepada Parlemen, Turchinov mengatakan, "Situasi ini sangat berbahaya. Saya tidak melebih-lebihkan. Ada bahaya nyata dari ancaman invasi ke wilayah Ukraina. Kami akan mulai lagi pada hari Senin pukul 10:00."
Sementara itu diketahui, sekelompok pasukan komando Rusia pergi keluar dari Kremlin dan menduduki Crimea pada Sabtu dini hari. Mereka mendarat dengan helikopter di wilayah selatan Ukraina yang berada di bawah kontrol ibukota Ukraina, Kiev. Demikian keterangan Kementerian Pertahanan Ukraina .
Sekitar 60 tentara Rusia tiba di 01:30 waktu setempat di Desa Strilkove di Provinsi Kherson, sekitar 5 kilometer di luar perbatasan daerah otonom Crimea. Mereka datang dalam empat helikopter. Kemudian pasukan lainnya tiba dengan enam helikopter pada pukul 03.30.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




