Konvensi Partai Demokrat Kurang Diminati Sosial-Media

Rabu, 2 April 2014 | 15:30 WIB
RW
JS
Penulis: Robertus Wardi | Editor: JAS
Peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat Gita Wirjawan menyampaikan paprannya pada acara debat bernegara 11 calon presiden peserta konvensi Demokrat yang diselenggarakan di Bogor, Jawa Barat, Minggu (2/3). BeritaSatu Photo/SP-Ruht Semiono
Peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat Gita Wirjawan menyampaikan paprannya pada acara debat bernegara 11 calon presiden peserta konvensi Demokrat yang diselenggarakan di Bogor, Jawa Barat, Minggu (2/3). BeritaSatu Photo/SP-Ruht Semiono (Suara Pembaruan/SP/Ruht Semiono)

Jakarta - Konvensi Partai Demokrat (PD) memasuki tahap akhir. Kegiatan konvensi yang dimulai September 2013 itu akan berakhir awal Mei 2014 ini.

Sayangnya, percakapan dalam sosial-media (sosmed) kurang meminati ajang pencarian calon presiden (Capres) dari PD tersebut. Percakapan mengenai kegiatan tersebut dalam sosmed seperti Facebook, Twitter, blog, dan sebagainya sangat rendah.

Hasil pantauan Politicalwave.com selama bulan Maret lalu menyebutkan, percakapan dalam sosmed mengenai konvensi PD hanya 9 persen. Malah yang ramai adalah percakapan mengenai partai politik (parpol) dan capres.

"Percakapan lebih banyak tentang capres dan parpol. Sayang sekali Konvensi PD semakin kurang. Sebanyak 44 persen adalah percakapan mengenai parpol. Kemudian capres 47 persen. Adapun Konvensi PD hanya 9 persen," kata Direktur Eksekutif PoliticalWave.com, Yose Rizal dalam konferensi pers mengenai "Perang Digital Pemilu 2014: Suara Rakyat di Media Sosial" di Jakarta, Rabu (2/4).

Ia menjelaskan untuk para peserta konvensi, nama Dahlan Iskan masih teratas dari segi elektabilitas. Kemudian disusul Gita Wirjawan. Posisi ketiga adalah Anis Baswedan.

"Sebanyak 47 persen membicarakan Dahlan Iskan. Posisi kedua, Gita dan ketiga Anies Baswedan," ujarnya.
Namun Rizal mengemukakan peningkatan percakapan Dahlan Iskan di sosmed tidak diikuti kenaikan jumlah user (netizen). Jumlah user malah lebih rendah dari percakapan tentang Dahlan.

"Percakapan tentang Dahlan tidak diikuti jumlah user (netizen). Lebih rendah. Bisa jadi percakapan itu dari tim sukses atau relawan," tuturnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon