Staf Khusus Presiden Minta Ketidakhadiran Tony Abbott Tak Perlu Diartikan Lain

Senin, 5 Mei 2014 | 16:31 WIB
ES
JS
Penulis: Ezra Sihite | Editor: JAS
Perdana Menteri Australia Tony Abbott
Perdana Menteri Australia Tony Abbott (Antara/Prasetyo Utomo)

Jakarta - Staf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah, menyatakan ketidakhadiran Perdana Menteri (PM) Australia Tony Abbott tak perlu diartikan berbeda dengan alasan resmi yang disampaikan pihak pemimpin pemerintahan negara di utara Indonesia itu.

"Kalau pernyataan resmi, tidak bisa memenuhi undangan dan berharap bisa dilakukan dalam waktu lain, itu yang kita tangkap sebagai statement resmi. Tidak mau menukik ke hal lain yang tidak terbuka," demikian kata Faizasyah di kompleks Istana Merdeka, Jakarta, Senin (5/5).

Hal itu disampaikan Faizasyah menyusul ketidakhadiran Abbott dalam acara Konferensi Open Government Relationship yang sedianya terselenggara di Bali pada tanggal 6 hingga 7 Mei mendatang. Sebelumnya dikabarkan, Abbott yang awalnya akan hadir kemudian membatalkan, menyusul belum adanya kemajuan antara Indonesia dan Australia mengenai isu manusia perahu dan pencari suaka.

Faizasyah mengatakan, dalam pertemuan skala regional Asia Pasifik ini. Indonesia berharap bisa mengomunikasikan berbagai isu dengan Australia. Sayangnya Abbott tak hadir.

"Sebenarnya momentum konferensi regional ini bisa dimanfaatkan untuk pertemuan kedua kepala pemerintahan. Tapi tidak seperti yang dibayangkan karena Abbott tidak bisa datang ke Indonesia," kata dia.

Apalagi, kata dia, di sela-sela acara konferensi para kepala negara biasanya sudah menyiapkan waktu untuk bisa melakukan pembicaraan bilateral. Pertemuan itu bisa menjadi waktu yang dimanfaatkan mengonfirmasi dan membicarakan berbagai isu yang menyangkut negara masing-masing.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon