Marmut Merah Jambu, Debut Raditya Dika Sebagai Sutradara Film
Rabu, 7 Mei 2014 | 00:14 WIB
Jakarta - Setelah sukses dengan keempat film yang diangkat dari bukunya, Raditya Dika kembali berakting di film adaptasi buku ketiganya, yakni Marmut Merah Jambu. Kali ini Dika tidak hanya menjadi pemain dan penulis skenario, tetapi juga menyutradari film tersebut.
Menurutnya, hasil dari penyutradaraannya di Marmut Merah Jambu, merupakan hasil dari pengamatan dan pembelajarannya selama ini dari sutradara-sutradara film terdahulunya.
"Jujur saya senang film-film yang sebelumnya disutradarai oleh orang yang berbeda-beda. Jadi, saya bisa banyak belajar," ujarnya pada jumpa pers peluncuran film Marmut Merah Jambu di Jakarta, Selasa (6/5).
Di film kelimanya, yang masih diproduksi oleh StarVision, Dika mengadaptasi beberapa kejadian yang ia alami saat SMP dan SMA. Sebagian besar merupakan pengalaman pribadinya.
"Kita berharap saat film selesai dan lampu dinyalakan, penonton bisa kembali mengingat cinta pertamanya di masa SMA. Mereka pun akan menelpon dan menanyakan "apa kabar?". Kalau saya sih nggak berani," candanya.
Film yang beralur maju-mundur di masa depan ini diawali dengan scene Dika (Raditya Dika) mengetuk pintu rumah cinta pertamanya bernama Ina dengan membawa 1000 origami burung bangau. Saat pintu dibuka, muncul ayah Ina (Tio Pakusadewo) yang kebingungan dengan apa yang dibawa Dika.
Dika pun menjelaskan maksud kedatangannya dan juga maksud dari origami burung bangau tersebut. Akhirnya cerita pun beralih ke 11 tahun silam dimana saat itu Dika (Christoffer Nelwan) dan Ina (Anjani Dina) masih duduk di kelas satu SMA.
Saat itu Dika yang kikuk dan tidak populer di sekolah sangat ingin menarik perhatian Ina. Ia pun membentuk grup detektif bersama sahabatnya Bertus (Julian Liberty) dan teman barunya Cindy (Sonya Pandarmawan). Dika dan Bertus percaya untuk menjadi populer mereka harus mengikuti ekskul (ekstra kurikuler) tertentu di sekolah. Namun, karena tidak ada ekskul yang cocok, merekapun menciptakan ekskul sendiri.
Namun, walaupun sudah berusaha menarik perhatian Ina, Dika tetap kalah oleh pesona jagoan basket sekolahnya yang bernama Michael (Axel Matthew Thomas).
Film Marmut Merah Jambu tetap dikemas sebagai film drama komedi seperti film-film Dika yang sebelumnya. Ia mengatakan menjadi sutradara sekaligus penulis skenario film justru memberikannya kemudahan dimana visi akan filmnya bisa tertuang tanpa perantara.
"Bila ada tawaran lagi untuk menyutradarai film dengan naskah skenario saya, saya pasti mau," tutur Dika.
Pengalaman menjadi sutradara sebenarnya sudah pernah ia rasakan saat menyutradarai sitkom Malam Minggu Miko. Namun, untuk film layar lebar ini merupakan debut pertamanya.
Film Marmut Merah Jambu akan serentak diputar di bioskop Indonesia pada 8 Mei mendatang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




