Setelah Monas, DKI Akan Bersihkan Bunderan HI dan Patung Pancoran
Kamis, 15 Mei 2014 | 14:03 WIB
Jakarta - Setelah Monumen Nasional (Monas) dibersihkan melalui corporate social responsibilities (CSR) perusahaan teknologi pembersihan dari Jerman, Kaercher, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan membersihkan dua monumen bersejarah lainnya.
Dua monumen bersejarah tersebut adalah Bunderan Hotel Indonesia (HI) dan Patung Pancoran.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta Arie Budhiman mengatakan untuk pembersihan kedua monumen ini, pihaknya kembali membuka kesempatan kepada perusahaan yang ingin terlibat menjaga dan memelihara monumen bersejarah yang ada di Jakarta melalui program CSR.
"Monumen-monumen bersejarah lainnya masih dalam observasi Balai Konservasi. Seperti Bunderan HI dan Patung Pancoran. Jadi kami membuka peluang perusahaan yang ingin melakukan pembersihan monumen seperti Kaercher, akan kami terima dengan senang hati," kata Arie, saat menghadiri acara Monas Fun Cleaning Day with Kaercher, di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (15/5).
Menurutnya, monumen bersejarah yang menjadi ikon Ibukota masih banyak di Jakarta. Sehingga kalau dibersihkan oleh Pemprov DKI sendiri maka tidak akan bisa seluruhnya dimandikan.
Karena itu, dia mengajak perusahaan swasta melalui program CSR untuk turut memandikan ikon-ikon Jakarta tersebut. Selain itu,pembersihan monumen bersejarah tidak dianggarkan dalam APBD DKI.
Arie mengapresiasi Kaercher yang melakukan pembersihan tugu Monas setelah 22 tahun lamanya tak dibersihkan. Kaercher sendiri telah dua kali membersihkan Monas. Sebelumnya, Monas pernah dibersihkan di tahun 1992.
Karena sudah pernah dan berpengalaman membersihkan Monas, lanjutnya, ketika Kaercher menawarkan kembali kegiatan tersebut, Pemprov DKI langsung menyetujuinya.
"Selain itu, Kaercher memiliki teknologi yang berkualitas. Kami tidak menginginkan teknologi justru merusak bangunan cagar budaya tersebut. Bersih-bersih Monas ini tidak masuk dalam APBD, penghematan itu kan penting. Kita juga membutuhkan orang profesional dalam membersihkan puncak dan lekukan Monas," ujarnya.
Senior Manager Marketing And Bussines Development Kaercher Indonesia Fransisca Natalia mengatakan Hingga saat ini, Kaercher masih fokus untuk membersihkan badan, area tugu, dan cawan Monas.
Tim pembersihan Monas dibagi menjadi dua tim, yakni tim teknisi Indonesia dan teknisi Jerman. Pihak teknisi Indonesia akan membersihkan bagian bawah cawan Monas. Sementara teknisi Jerman akan membersihkan tugu badan Monas. Totalnya, ada 20 teknisi yang memandikan Monas, terdiri dari 17 teknisi Indonesia dan 3 teknisi Jerman.
"Kami menargetkan, pembersihan ini selesai hari ini. Tapi untuk keamanan, bagian puncak dan cawan Monas telah ditutup mulai 5-18 Mei 2014. Jadi, kalau satu sisi sudah selesai, akan pindah ke sisi lainnya. Memang dari sisi Monas, yang paling perlu dibersihkan itu yang berada di cekungan bawah anjungan paling atas, karena tidak pernah terkena hujan dan air, dan sulit dibersihkan," kata Fransisca.
Pembersihan akan dilaksanakan tiap harinya, setiap pukul 08:00-18:00. Teknologi pembersih yang digunakan membersihkan dinding cawan bawah Monas adalah High Pressure Washer HDS 6/14 C. Kemudian, untuk pembersihan di badan Tugu Monas, dibersihkan dengan alat High Pressure Washer HDS 12/18-4 S.
Sementara pembersihan bagian lantai Monas menggunakan Scrubber Drier BD 530 EP, bagian tangga menggunakan HD 7/11-4, dan untuk menyedot genangan air menggunakan alat Wet and Dry Vacuum Cleaner NT 35/1 AP. Ia mengatakan, teknologi air panas dengan suhu 100 derajat itu dapat melindungi lapisan terluar Monas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




