Pemimpin Kudeta Militer Klaim Direstui Raja Thailand

Senin, 26 Mei 2014 | 12:46 WIB
YS
B
Penulis: Yuliantino Situmorang | Editor: B1
Tentara Thailand menangkap pengunjuk rasa kaos merah di Bangkok,24/5
Tentara Thailand menangkap pengunjuk rasa kaos merah di Bangkok,24/5 (AFP PHOTO)

Bangkok – Pemimpin militer yang melakukan aksi kudeta pemerintahan di Thailand, Jenderal Prayuth Chan-ocha mengklaim telah mendapat restu dari Raja Bhumibol untuk menjalankan negara yang tengah berada di dalam kondisi tidak stabil.

Hal itu dikatakan Prayuth kepada wartawan di Bangkok, Senin (26/5).

Ia tampil mengenakan seragam putih dan diapit oleh lebih dari selusin pejabat militer lainnya. Disebutkan, dukungan dari Raja yang dihormati rakyat Thailand itu berupa pengangkatan dirinya sebagai kepala Dewan Militer yang Berkuasa. Saat ini, Raja Bhumibol tengah dalam keadaan sakit parah.

Dalam jumpa pers itu, Prayuth menguraikan sejumlah langkah-langkah yang akan diambil. Dijelaskan, salah satu langkahnya yakni, junta militer akan membentuk sebuah komite untuk memulai reformasi.

Militer Thailand melakukan kudeta pada Kamis (22/5) lalu, setelah terjadinya konflik dan kerusuhan yang berlangsung berbulan-bulan. Aksi kerusuhan dan unjuk rasa itu menentang pemerintahan Yingluck Shinawatra.

Namun, aksi itu tiba-tiba diintervensi militer melalui kudeta. Aksi kudeta itu dikritik aktivis hak asasi manusia dan pemerintah asing, termasuk Amerika Serikat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon