Pemilu Uni Eropa: "Kemenangan" Bagi Sentimen Anti Unifikasi Eropa

Selasa, 27 Mei 2014 | 00:59 WIB
FB
FB
Penulis: Faisal Maliki Baskoro | Editor: FMB
Bendera Uni Eropa
Bendera Uni Eropa (AFP)

Brussels - Kemenangan partai-partai nasionalis dan skeptis terhadap Uni Eropa (Eurosceptic) di Inggris dan Prancis dalam pemilu Parlemen Eropa berpotensi menimbulkan hambatan dalam proses pembuatan kebijakan ke depannya.

Sentimen anti Uni Eropa terus berkembang akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan. Rakyat di Eropa tampaknya sudah mulai gerah dengan kebijakan pengetatan, pengangguran dan masalah imigrasi.

Partai-partai sayap kiri dan kanan berhasil menggandakan representasi mereka di parlemen.

Partai-partai berhaluan kiri-tengah dan kanan-tengah masih menguasai separuh dari 751 kursi di parlemen namun tugas mereka merumuskan kebijakan akan semakin sulit dengan bertambahnya jumlah anggota parlemen dari sayap kiri dan kanan.

Perdana Menteri Prancis Manuel Valls darui Partai Sosialis mengatakan kemenangan partai Front Nasional yang berhaluan anti-imigrasi dan anti-euro sebagai "gempa bumi politik".

Sementara itu di Inggris, UK Independence Party (UKIP) mengalahkan Partai Buruh dan Partai Konservatif. UKIP selama ini menyerukan agar Inggris menarik diri dari Uni Eropa.

Sentimen anti Uni Eropa (UE) juga terlihat dari jumlah pemilih yang apatis. Tercatat hanya 43,1 persen pemilih yang menggunakan hak pilihnya.

Jerman, Italia dan Spanyol masih dikuasai oleh partai-partai pro-UE.

"Tantangan ke depan adalah merumuskan kebijakan yang dapat dirasakan oleh orang banyak," ujar Kanselir Jerman Angela Merkel.

Dia mengatakan tingginya angka pengangguran telah membuat kepercayaan terhadapp Uni Eropa berkurang.

Merkel juga mengatakan agar Prancis segera memfokuskan memperbaiki daya saing, angka pengangguran dan pertumbuhan ekonomi untuk menarik kembali simpatisan UE.

Dominique Moisi dari Institut Hubungan Internasional Prancis mengatakan legitimasi Uni Eropa dan pemerintahan Prancis melemah.

"Agar UE berfungsi, harus ada keseimbangan antara Prancis dengan Jerman. Sayangnya, perekonomian Prancis mengarah ke Italia dan Spanyol (yang dilanda krisis)," kata dia.

Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan kemenangan UKIP tidak berarti Inggris akan segera melakukan referendum pemisahan dengan Uni Eropa. Cameron mengatakan, Inggris akan menegosiasi keanggotaannya di Uni Eropa jika ia terpilih kembali menjadi PM tahun depan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon