Obituary: Mantan Kepala BBC Indonesia Menuk Suwondo Wafat

Selasa, 27 Mei 2014 | 16:44 WIB
HA
B
Penulis: Heru Andriyanto | Editor: B1
Menuk Suwondo saat merayakan ulang tahun bersama awak redaksi BBC Indonesia di Jakarta.
Menuk Suwondo saat merayakan ulang tahun bersama awak redaksi BBC Indonesia di Jakarta. (BBC Indonesia)

Mantan Kepala BBC Indonesia, Menuk Suwondo, meninggal dunia pada Senin (26/05) sekitar pukul 21.50 WIB di Rumah Sakit Umum Pusat Sardjito, Yogyakarta.

Jenazah telah dimakamkan pada hari Selasa (27/05) sekitar pukul 11.00 WIB di pemakaman umum Cacaban Barat, Magelang, Jawa Tengah, demikian dilansir oleh kantor berita Inggris tersebut dalam edisi Bahasa Indonesia.

Menuk Suwondo, 54 tahun, didiagnosa menginap kanker leher rahim atau serviks semenjak empat tahun lalu.

Menuk mengawali karirnya sebagai jurnalis di harian Bisnis Indonesia pada tahun 1985, sebelum pindah ke Kantor berita Reuters di biro Jakarta dan akhirnya berlabuh di BBC Indonesia semenjak 17 tahun lalu.

Setelah didiagnosa kanker, dia mengundurkan diri dari BBC Indonesia pada November 2013 dan kembali ke Indonesia antara lain untuk mengikuti program radioterapi.

Salah-seorang sahabatnya, Retno Indarti, mengatakan, almarhumah adalah sosok "disiplin, tegas dan kukuh atas pendiriannya."

Dia adalah tipe wartawan yang tidak bisa dipengaruhi oleh sumber berita," kata Retno, yang bersama almarhumah merupakan bagian dari angkatan pertama wartawan Harian Bisnis Indonesia ketika didirikan pada 1985.

Andy F Noya, pembawa acara Kick Andy dan wartawan senior, yang merupakan sahabat Menuk Suwondo semenjak menjadi reporter di Bisnis Indonesia, menggambarkan almarhumah sebagai "orang Jawa yang tidak Njawani."

"Menuk itu orang yang to the point, tanpa tedeng aling-aling. Tidak ada dusta di antara kita. Sifat almarhumah ini cocok sekali dengan saya," kata Andi, mengenang, saat dihubungi wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan.

Andy Noya mengaku terus berteman dengan almarhumah hingga menjelang hayatnya, termasuk ketika Andi dan keluarganya bertemu dengan Menuk di London, setahun lalu.

"Kami diskusi tentang 'apa makna hidup'... Menuk menyatakan keinginannya untuk bermanfaat bagi orang-orang susah. Di Magelang, dia kemudian membantu anak-anak yang membutuhkan biaya sekolah," ungkap Andi.

Frans Prayoga, mantan wartawan BBC Indonesia mengatakan, Menuk Suwondo merupakan "wartawan yang memiliki sense of journalism yang tinggi."

Sementara, Asep Setiawan, mantan wartawan BBC Indonesia dan kini Kepala Riset Metro TV, menganggap almarhumah memiliki peran penting ketika memimpin BBC Indonesia.

"Dia berhasil mengarahkan BBC Indonesia menjadi media yang independen, imparsial dan obyektif," kata Asep yang mulai bekerja di BBC pada tahun 2000.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon