Moeldoko: Laporan Terkait Oknum Babinsa Tidak Terbukti

Minggu, 8 Juni 2014 | 14:29 WIB
YS
B
Penulis: Yeremia Sukoyo | Editor: B1
Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko
Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko (Antara/Zabur Karuru)

Jakarta - Panglima TNI Jenderal (TNI) Moeldoko mengklaim, berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), pelaporan kasus Bintara Pembina Desa (Babinsa), secara pelaksanaan pemilu, tidak terbukti.

Namun, dijelaskan, secara kelembagaan TNI, apa yang dilakukan oknum Babinsa, ‎ada penyimpangan ketika memberikan sosialisasi. "Apa yang dinyatakan terlapor itu tidak terbukti. Justru masyarakat sekitar siap menjadi saksi. Ketua Bawaslu telah menelepon saya, [mengatakan] 'Saya (Bawaslu) serahkan kepada panglima untuk selesaikan semua itu'," kata Panglima di Baseops Halim Perdanakusumah, Jakarta, Minggu (8/6).

Menurut Moeldoko, bila seluruh kejadian itu benar, maka pertanyaaannya apakah terstruktur atau tidak? Apakah berdampak sistemik atau tidak? Dalam pandangannya, jawabannya adalah tidak.

"Panglima tidak pernah menginstruksikan karena hanya terjadi di satu tempat. Itu kalau benar-benar terjadi. Kalau tidak, saya akan bela Babinsa saya kalau mereka tidak lakukan hal-hal negatif. Saya bisa menjamin Babinsa saya bisa bekerja sebaik-baiknya. Babinsa juga manusia, bukan hantu. Tidak perlu ditakuti, bukan juga boneka. Punya naluri, perasaan, punya tanggung jawab melaksanakan tugasnya," ucap Moeldoko.

Ditegaskan, Babinsa dalam menjalankan tugasnya tidak boleh lakukan penyimpangan sedikit pun. Oleh sebab itu, diimbau kepada masyarrakat, kalau ada Babinsa lakukan penyimpangan, untuk langsung difoto sebagai bukti.

"Kalau tidak ada foto, tahan dulu Babinsanya di situ, cari foto. Baru kemudian dilaporkan ke pemimpinnya," kata Moeldoko.‎

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon