Pendukung Argentina Berpesta
Senin, 16 Juni 2014 | 09:21 WIB
Rio de Janeiro - Pendukung fanatik Tim Nasional (Timnas) Argentina yang menguasai Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Brasil, bersuka cita dan berpesta menyusul kemenangan tim kesayangan mereka atas Bosnia Herzegovina dengan skor 2-1 pada laga Minggu (15/6) malam waktu setempat atau Senin (16/6) pagi WIB.
Hanya saja, mereka sedikit kecewa karena Lionel Messi dan kawan-kawan tidak mampu menjadikan Bosnia-Herzegovina sebagai lumbung gol,
Berdasarkan laporan wartawan Suara Pembaruan Alex Madji dari Brasil, Senin (16/6) pagi, pesta kemenangan Timnas Argentina ini sebenarnya sudah dimulai sejak Minggu (15/6) pagi waktu setempat. Bahkan, sejak Sabtu (14/6) lalu, dua titik pusat penyelenggaraan Piala Dunia di Kota Rio de Janeiro yaitu Stadion Maracana dan Pantai Copacaba yang menjadi lokasi Fan Fest dikuasai oleh pendukung Argentina. Di sepanjang pantai Coba cabana, mereka terus meneriakkan yel-yel yang mendukung Argentina dan menyanyikan Argentina sebagai juara.
Nyanyian dan yel-yel yang sama mereka gelorakan di luar stadion sejak Minggu (15/6) pagi. Semakin siang, jumlah mereka semakin membeludak. Mereka betul-betul menguasai Stadion Maracana. Nyaris tidak terlihat pendukung Bosnia-Herzegovina sejak pagi. Menjelang sore, baru tampak segelintir pendukung Bosnia-Herzegovina di tengah lautan manusia Argentina.
Sayangnya, tidak semua pendukung Argentina yang sudah jauh-jauh datang dari negaranya bisa melihat aksi Lionel Messi mencetak gol pada laga tersebut karena tidak memiliki tiket. Sebenarnya, ada begitu banyak calo yang bekeliaran di luar Stadion Maracana, tetapi harga tiket yang mereka jual sangat tinggi, rata-rata di atas US$ 1.000 atau hampir Rp 11 juta per tiket. Ada tiket yang dijual dengan US$ 1.500, bahkan ada yang dilepas dengan US$ 3.000.
Seorang pria bernama Ricardo yang datang bersama anaknya mengaku tidak mampu membeli tiket dengan harga selangit seperti itu. Dia hanya mau membeli tiket bila dijual dengan harga US$ 100 per tiket. Meski demikian, ada juga beberapa pendukung Argentina yang tetap membeli tiket dengan harga ribuan dolar tersebut. "Mata uang peso Argentina parah," sambil membalikkan jemponya saat ditanya SP.
Beberapa pendukung Bosnia-Herzegovina juga tidak mampu membeli tiket yang terlampau mahal itu. Menjelang detik-detik pertandingan dimulai, mereka masih menunggu dengan harapan harga tiket semakin turun. Tetapi para calo juga tetap tidak mau menurunkan harganya.
Akibatnya, para pendukung Argentina yang tidak bisa masuk ke dalam stadion terpaksa "nonton bareng" di sebuah warung minuman di dekat Stadion Maracana. Lebih dari 150 orang berdesakan di sana sambil menikmati minuman seperti bir. Setiap kali para pemain Argentina melepas tendangan ke gawang, mereka menyambut dengan seruan "huuuu" diikuti tepuk tangan meriah. Sedangkan ketika Lionel Messi mencetak gol kedua timnya, mereka melompat kegirangan dan bertepuk tangan sambil menyanyikan lagu "ole, ole, ole Messi, Messi". Sebaliknya, saat pemain Bosnia sukses mempertipis ketinggalan menjelang akhir laga, mereka terdiam tanpa suara. Ada satu orang yang sempat teriak sendirian, "gol", tetapi pria itu kemudian diplototi banyak orang.
Sedangkan pendukung Argentina dan Bosnia-Herzegovina lainnya terpaksa harus cepat-cepat ke Fan Fest di Pantai Copacabana untuk menyaksikan jalannya pertandingan itu dari layar lebar di sana. Seusai pertandingan, puluhan ribu pendukung tim Tango itu juga dibawa oleh bis dan Metro ke Copacabana. Di sana mereka melanjutkan pesta kemenangan timnya atas Bosnia Herzegovina.
Sepanjang hari Minggu kemarin, sebagian pendukung Argentina ini berjualan kaus Timnas Argentina di luar stadion. Ada juga yang sengaja menukar kaus tim Tango dengan kaus yang dipakai pendukung Everton dari Inggris, sebagaimana dilakukan Ignacio. Dua orang pendukung Everton meminta tukaran baju denganya karena kedua orang dari Liverpool, Inggris itu ingin mendukung Argentina pada laga teresebut. Maka tanpa pikir panjang, Ignacio mengambil kaus dari tasnya dan memberikan kepada dua pendukung Everton itu. Dan kaus Everton yang dipakai kedua pria itu diserahkan ke Ignacio.
Situasi di luar stadion menjelang laga ini juga cukup panas, apalagi para pendukung Argentina tidak pernah berhenti menenggak minuman keras. Beberapa sempat menaiki truk yang melintas di depan stadion dan bahkan sempat meminta mobil-mobil yang lewat berhenti. Karena takut terjadi apa-apa, kepolisian Brasil mengerahkan pasukan anti huru hara di luar Stadion Maracana. Untunglah hingga akhir pertandingan, tidak terjadi kericuhan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




