Korban MAK dan DA Diduga Dilecehkan Oknum Guru yang Sama

Rabu, 18 Juni 2014 | 21:03 WIB
BM
B
Penulis: Bayu Marhaenjati | Editor: B1
Ilustrasi kekerasan seksual
Ilustrasi kekerasan seksual (Visualphotos/Michaela Begsteiger)

Jakarta - Korban yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak (TK), MAK (6) dan DA (6) diduga mengalami pelecehan seksual oleh oknum guru yang sama di Jakarta International School (JIS), Jalan Terogong, Cilandak, Jakarta Selatan.

"Menurut pengakuan, [pelakunya] adalah oknum guru yang sama," ujar Juru Bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (18/6).

Sebelumnya, berdasarkan hasil pemeriksaan, terkuak dugaan adanya fakta baru bahwa MAK ternyata juga dilecehkan oknum guru di JIS. Terkait hal itu, Rikwanto menyampaikan, MAK tak perlu membuat laporan lagi, tinggal meneruskan laporan yang ada.

Sementara itu, hasil visum korban DA positif menunjukkan adanya kekerasan seksual. Menyoal berapa kali korban DA dilecehkan oknum guru tadi, Rikwanto menuturkan, lebih dari sekali.

"Hasil visum menunjukan ada kekerasan seksual. Berdasarkan pengakuan, lebih dari sekali," tandasnya.

Diketahui, MAK merupakan korban atau pelapor pertama kasus kekerasan seksual di JIS ke Polda Metro Jaya. Setelah proses penyidikan, polisi menangkap dan menetapkan enam orang pekerja alih daya PT ISS Indonesia yang bekerja di JIS sebagai tersangka. Namun, satu orang tersangka atas nama Azwar, tewas bunuh diri, di kamar mandi ruang penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polda Metro Jaya, Sabtu (26/4) lalu. Sehingga, tersangka menjadi lima orang.

Sedangkan, DA merupakan korban ketiga yang melaporkan kasus pelecehan seksual di JIS. Orangtuanya berinisial OA, membuat laporan anaknya diduga mendapat perlakuan tidak senonoh yang dilakukan oknum guru JIS.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon