JK dan Freddy Numberi Bisa Fasilitasi Dialog Papua

Senin, 28 November 2011 | 16:54 WIB
RN
B
Penulis: Ronna Nirmala/DAS | Editor: B1
Demo Mahasiswa Peduli Keadilan (MPK) terhadap Papua di Banda Aceh
Demo Mahasiswa Peduli Keadilan (MPK) terhadap Papua di Banda Aceh (Mahasiswa Peduli Keadilan)



"Pemerintah harus melibatkan siapapun tokoh asli papua maupun tokoh lain yang benar-benar mencintai rakyat Papua."

Kondisi keamanan di Papua dipercaya dapat diselesaikan tergantung dari niat baik pemerintah, meskipun tingkat kepercayaan rakyat Papua terhadap pemerintah Indonesia kini makin menurun.

Tokoh nasional seperti Jusuf Kalla dan Freddy Numberi dianggap sanggup memfasilitasi persoalan di Papua.

"Pemerintah harus melibatkan siapapun tokoh asli papua maupun tokoh lain yang benar-benar mencintai rakyat Papua," kata Wellem Maury, dari Persekutuan Gereja-Gereja Papua (PGGP), dalam jumpa pers di Jakarta, hari ini.

Hingga saat ini tokoh nasional yang dianggap memiliki cara dan peran yang baik dalam membantu upaya dialog ini adalah Jusuf Kalla.

"Kita bisa lihat apa yang dilakukan Jusuf Kalla di Aceh beberapa waktu lalu, saya rasa beliau masih bisa kita harapkan," ujar Wellem.

Tokoh lain yang dianggap mampu adalah bekas Menteri Perhubungan, Freddy Numberi, sebagai orang Papua yang berhasil duduk di pemerintahan.

Wellem menegaskan, Indonesia sebagai bagian PBB akan sangat malu apabila tidak mampu duduk bersama untuk menyelesaikan konflik Papua ini.

Sementara itu, Syamsul Alam, dari KontraS, menyebut syarat awal dialog adalah pemerintah harus membangun kembali kepercayaan dengan orang Papua.

"Kekerasan yang terjadi di Papua merupakan bagian dari inkonsistensi pemerintah didalam melakukan pembangunan yang merata," kata Syamsul.

Pemerintah juga diminta untuk melakukan audit jumlah pasukan TNI ataupun Polri yang diturunkan disana.

Sementara itu, Gomar Gultom, sekretaris umum Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), mengingatkan jangan sampai upaya dialog ini hanya menjadi wahana baru bagi pencintraan sosok-sosok politik.

"Masa depan bangsa dipertaruhkan dalam penyelesaian konflik Papua ini. Maka kemungkinan keuntungan pencintraan bagi sosok-sosok politik amatlah besar disini," kata Gomar.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon