Simon Santoso: Lin Dan Sangat Ulet

Minggu, 29 Juni 2014 | 17:17 WIB
BW
FH
Penulis: Bernadus Wijayaka | Editor: FER
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Simon Santoso
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Simon Santoso (Antara/Ismar Patrizki)

Sydney - Pemain tunggal putra Indonesia Simon Santoso gagal mengatasi mantan pemain nomor satu dunia Lin Dan dari Tiongkok di final turnamen bulutangkis Australia Terbuka Super Series 2014 di Sydney, Minggu (29/6). Simon menilai, Lin Dan begitu ulet dan susah untuk ditundukkan.

Dalam final turnamen yang menyediakan hadiah total US$ 750.000 tersebut, Simon kalah dalam tiga game, 24-22, 16-21, 7-21 dalam waktu 1 jam 15 menit.

Dengan ketidakberhasilan menaklukkan peraih dua kali medali emas Olimpiade tersebut, Simon gagal merebut gelar ketiganya tahun ini setelah Malaysia Terbuka Grand Prix dan Singapura Terbuka Super Series.

Menengok kembali perjalanan Simon melawan Lin Dan, pemain asal Tegal ini memang hanya mampu sekali menang dalam 11 pertemuannya dengan salah satu legenda hidup tersebut.

"Saya sudah maksimal, tetapi memang dia pemain ulet. Dia tetap saja pemain yang susah untuk ditundukkan. Kita harus siap lelah menghadapi dia. Dia bermain baik sekali hari ini," kata Simon melalui pesan singkat kepada SP.

Lin Dan sebenarnya sudah tidak begitu aktif tampil di turnamen dunia. Terakhir, dia merebut gelar juara pada dua tahun lalu.

Sementara Simon sendiri merupakan pemain luar Pelatnas yang menembus final. Simon sebelumnya mengalahkan Tommy Sugiarto di semifinal.

Pada laga lainnya, ganda campuran asal Korea Selatan Ko Sung Hyun Ko/Kim Ha Na merebut gelar juara dengan menundukkan duet Jerman, Michael Fuchs/Birgit Michels 21-16, 21-17.

Tiongkok pulang dengan membawa dua gelar setelah ganda putri Tian Qing/Zhao Yunlei menumbangkan unggulan kedua asal Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi 21-15, 21-9.

Pemain asal Spanyol Carolina Marin, gagal membuat kejutan di final setelah ditundukkan unggulan keenam asal India, Saina Nehwal. Marin mengejutkan dunia bulutangkis dengan mencapai final pertamanya di turnamen super series. Selama ini, final sektor tunggal selalu dikuasai para pemain dari Asia, seperti dari India, Tiongkok, atau Thailand. Pemain Eropa masih kesulitan menembus partai puncak. Saina dalam laga itu menang 21-18, 21-11.

Korea Selatan juga pulang dengan dua gelar juara setelah Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong menumbangkan unggulan ketiga asal Taiwan Lee Sheng Mu/Tsai Chia Hsin 21-14, 21-18. Bagi Lee/Yoo, duet yang tidak diunggulkan ini, gelar juara di Australia ini merupakan yang ketiganya secara berturut-turut setelah Singapura dan Indonesia Terbuka dalam waktu tiga pekan terakhir.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon