Gading Night Market, Upaya Pemkot Jakut Berdayakan PKL
Sabtu, 12 Juli 2014 | 18:58 WIB
Jakarta - Dalam rangka memberdayakan kalangan pedagang kaki lima (PKL), pemerintah kota Jakarta Utara menggelar kegiatan Gading Night Market (GNM) yang diadakan di Jalan Boulevard Timur, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kegiatan yang diselenggarakan untuk pertama kalinya oleh suku dinas UMKM Jakarat Utara ini, bertujuan memberdayakan PKL dalam menawarkan produknya kepada masyarakat.
Ivelda Sari Dewi (32) salah satu pedagang gorengan yang mengisi stand di acara tersebut, mengakui dirinya sangat terbantu dengan diadakannya acara tersebut.
"Sejak tahun 2012 saya mendapat pembinaan dari dinas UMKM Jakarta Utara, bersyukur banget bisa dibina karena saya jadi bertambah pengetahuan mengenai teknis berdagang dan bagaimana mengembangkan usaha," ujar Dewi, di Jakarta, Sabtu (12/7) sore.
Meski demikian, Dewi sendiri mengaku belum mengerti benar mengenai sistem retribusi yang direncanakan PLT Gubernur DKI Jakarta Basuki Thahja Purnama (Ahok) mengenai pembayaran retribusi PKL melalui Bank DKI.
"Memang pernah dapet kabar dari teman sesama pedagang, tapi teknis detailnya saya belum mengerti benar," kata Dewi.
Dewi sendiri mengaku sangat setuju dengan rencana Ahok tersebut karena bisa mengurangi pengeluaran rutinnya untuk membayar uang keamanan kepada preman sekitar lokasi ia berdagang.
"Jika terealisasi harus ada petugas satpol pamong praja yang melindungi pedagang supaya tidak ditagih preman lagi," tandas Dewi.
Sementara itu, Sugiarto (47), salah satu pengunjung acara tersebut mengatakan, dirinya sengaja datang bersama teman-teman kantornya ke Gading Night Market untuk mengisi waktu (ngabuburit) dan menunggu waktu berbuka puasa.
"Saya denger kabarnya juga dari teman, makanya saya langsung ke sini, siapa tahu ada barang yang cocok," ujar Sugiarto.
Dia sendiri berharap, penataan PKL di Jakarta agar bisa teratur seperti acara night market tersebut. "Kalau sehari-hari yang paling sering terlihat PKL mengambil tempat di trotoar dan bahu jalan, justru bikin macet dan gak nyaman untuk pengguna jalan," tambah dia.
Kasudin UMKM Jakarta Utara Almond Daniel mengatakan, acara Gading Night Market tersebut diadakan dengan tujuan agar pedagang kecil bisa mengembangkan produk jualannya agar bisa difasilitasi dalam menjual produknya.
"Ada 119 pedagang kuliner dan 69 pedagang pakaian dan aksesoris dengan total 180 peserta binaan UMKM Jakarta Utara yang mengikuti acara ini," ujar Almond.
Dia menjelaskan, dalam pelaksanaannya Night Market untuk PKL ini akan diadakan rutin sebulan sekali. "Pelaksanaannya hanya sehari, namun lokasinya akan berubah-rubah menyesuaikan tema dan kondisi," kata Almond.
Walikota Jakarta Utara Heru Budi Hartono dalam pembukaan Gading Night Market mengaku dalam pelaksanaan Gading Night Market tersebut agak sepi karena cuaca saat pembukaan tersebut dalam kondisi hujan.
"Inti dari Night Market adalah agar konsumen dapat membeli barang dengan harga murah namun berkualitas," ujarnya.
Menurut Heru, pembinaan PKL harus berkelanjutan sehingga keberadaan mereka bisa membantu produktivitas ekonomi masyarakat.
"Nantinya para PKL ini akan dilegalkan asalkan mereka tidak bertambah jumlahnya, dan saat dilakukan sidak, mereka harus memiliki bukti pembayaran retribusi melalui rekening Bank DKI," tutup Heru.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




