Tak Terhindarkan, Koran Harus Beralih ke e-Paper

Jumat, 2 Desember 2011 | 04:58 WIB
IL
B
Penulis: Ismira Lutfia/DAS | Editor: B1
Ilustrasi
Ilustrasi (JG Photo)
Tren penurunan konsumsi media cetak, yang terdiri dari koran, majalah dan tabloid, terjadi dengan konsisten sejak 2007 hingga 2011.

Walau akses informasi dan berita dari internet akan mendominasi pola konsumsi media di masa depan, tapi koran akan tetap menjadi pilihan sebagai sumber berita.

Hanya koran tidak lagi dalam format media cetak, namun dalam format surat kabar elektronik (e-paper).

Irawati Pratignyo, Managing Director Media Nielsen Indonesia, mengatakan penurunan jumlah surat kabar dalam versi cetak terjadi dimana-mana selama lima tahun terakhir, tapi mereka muncul kembali melalui versi elektronik.

Tren penurunan konsumsi media cetak, yang terdiri dari koran, majalah dan tabloid, terjadi dengan konsisten sejak 2007 hingga 2011.

Demikian hasil survei Nielsen Indonesia selama kuartal ketiga 2011, yang dilakukan di sembilan kota besar di Indonesia, dengan populasi televisi sejumlah 47.028,000 individu berusia 10 tahun ke atas.

Pada kuartal yang sama pada 2007, sekitar 23 persen dari jumlah populasi yang disurvei masih membaca koran.

Namun persentase pembaca koran itu terus menurun menjadi 22 persen pada 2008, 18 persen pada 2009, 15 persen pada 2010, dan 14 persen tahun ini.

"Hal ini bukan berarti tidak ada lagi pasar untuk surat kabar. Pasar itu tetap ada, hanya saja formatnya yang berubah," kata Irawati, dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (1/12).

Format itu adalah format elektronik yang bisa diakses di internet, dan disesuaikan dengan profil pembaca masa depan yaitu generasi muda sekarang yang terbiasa mendapatkan informasinya dari internet.

"Pembaca muda cara bacanya beda, mereka membaca e-paper. Karena itu perusahaan media cetak harus mengubah model bisnisnya, dengan memindahkan konten medianya ke online," kata Irawati.

Perusahaan media bisa tetap memberlakukan cara berlangganan berbayar untuk mengakses konten media di internet.

"Bagi pembaca yang loyal tidak akan jadi masalah untuk berlangganan konten media online," kata Irawati.

E-paper Tak Terhindarkan
Perpindahan format media cetak menjadi media elektronik tidak bisa dihindari seiring dengan kenaikan persentase penggunaan internet serta telepon genggam yang disertai akses ke internet.

Persentase penggunaan telepon genggam meningkat dua kali lipat dari 30 persen pada 2007 menjadi 60 persen tahun ini.

Sementara penggunaan internet meningkat dari 12 persen pada 2007 menjadi 28 persen tahun ini.

Sekitar 22 persen konsumen kelas menengah mempunyai akses ke internet, dan mereka menghabiskan rata-rata 1,5 jam per hari untuk mengakses.

"Kenaikan akses ke internet terjadi setiap kuartal dan kenaikan itu bisa bertambah. Tinggal menunggu infrastrukturnya siap saja," kata Irawati.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon