Modus Guru JIS, Panggil Anak Nakal Lalu Disodomi
Rabu, 16 Juli 2014 | 12:15 WIB
Jakarta - Kapolda Metro Irjen Dwi Priyatno mengatakan jika modus yang dilakukan oleh dua guru Jakarta Internasional School (JIS) adalah memanggil para anak yang dianggap nakal ke ruang konseling sebelum melakukan sodomi.
"Ini anak-anak nakal yang lalu dipanggil ke guidance counseling. Di sinilah korban lalu diberi zat obat-obatan yang disebut magic stone. Obat ini sejenis anastesi, bius dan membuat mati rasa. Ini masih didalami," kata Dwi di Mabes Polri, Rabu (16/7).
Dwi menambahkan, untuk itu, tidak menutup kemungkinan adanya korban yang lain selain tiga orang yang telah melapor.
"Kita kan menerima laporan dari para korban, kita lidik dan terbukti. Ini kita intensifkan dan berharap korban yang lain segera melapor. Ini masih terbuka juga tersangka lain," tambahnya.
Mantan Kapolda Jawa Tengah ini juga mempersilahkan pengacara tersangka Neil Bantleman dan Ferdinant Tjong untuk mempraperadilkan polisi jika tidak puas dengan langkah polisi melakukan penahanan.
"Kita punya keterangan saksi korban, keterangan saksi lain, bukti petunjuk, dan ahli laboratoris. Kita tidak diskriminatif meski warga asing. Tidak ada intervensi juga dalam kasus ini," sambungnya.
Dua orang yang menjadi korban tak bermoral itu adalah OA dan AK yang sama-sama berusia 6 tahun.
AK adalah korban kekerasan seksual yang dilakukan enam tersangka karyawan cleaning service yang bekerja di JIS. Di mana para tersangka itu--satu bunuh diri-- telah ditahan oleh polisi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




