Jokowi Minta Masukan Rakyat untuk Kabinetnya

Kamis, 24 Juli 2014 | 17:01 WIB
DP
YD
Penulis: Deti Mega Purnamasari | Editor: YUD
Ratusan massa pendukung dan relawan menghadiri syukuran kemenangan Jokowi-Jk yang diselenggarakan sejumlah relawan di Tugu Proklamasi, Jakarta, Rabu (23/7). Pesta kemenangan rakyat yang dihadiri ratusan warga ini diakhiri buka puasa bersama.
Ratusan massa pendukung dan relawan menghadiri syukuran kemenangan Jokowi-Jk yang diselenggarakan sejumlah relawan di Tugu Proklamasi, Jakarta, Rabu (23/7). Pesta kemenangan rakyat yang dihadiri ratusan warga ini diakhiri buka puasa bersama. (Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao)

Jakarta - Presiden RI terpilih, Joko Widodo (Jokowi) mengaku meminta masukan kepada beberapa pihak dalam rangka susunan kabinet yang akan dipimpinnya nanti.

"Minta masukkan kan tidak apa-apa. Tidak perlu tahu (darimana asal kabinet). Itu untuk minta masukan. Bukan yakin, tapi minta masukan," kata Jokowi, Kamis (24/7).

Jokowi juga mengaku belum mau berbicara mengenai siapa yang akan menduduki di kabinetnya nanti. Namun bukan berarti ia pun tidak bisa meminta masukan.

"Saya hanya minta masukan. Untuk kabinet, ya tentu diolah sesuai kriteria, diolah oleh tim. Kemudian partai pendukung. Kemudian ke tim lagi. Finalisasi ada di saya," ujarnya.

Namun ia juga tidak mau menyebutkan tim tersebut siapa saja sebab, ia tidak mau jika nanti ada yang mengintervensi tim itu. Ia juga enggan menyebut kabinet yang akan dibentuknya nanti gemuk ataupun tidak gemuk.

"Ini baru digodok. Kamu jangan tanya gemuk dan tidak gemuk. Kalau saya kurus," ujarnya berseloroh.

Jokowi mengatakan, nantinya kabinetnya juga akan berasal dari partai maupun profesional. Tetapi ia tidak mau memisah-misahkan.

Seperti diketahui, Jokowi membuat 'polling' menteri di fanpage Facebook, Jokowi Center. Para pengguna Facebook bisa membuka tautan di fanpage tersebut dan terhubung ke laman Kabinet Alternatif Usulan Rakyat (KAUR).

Ada tiga usulan nama untuk satu jabatan menteri. Masyarakat bisa memilih satu atau bisa mengusulkan nama lain.

Contohnya, untuk jabatan menteri politik, hukum, dan HAM, ada tiga nama kandidat jenderal, yakni Jenderal TNI Budiman, Jenderal TNI Moeldoko, dan Jenderal TNI (Purn) Sutiyoso. Jika tidak suka dengan ketiga jenderal tersebut, masyarakat bisa mengisi satu nama pilihannya di kolom others.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon